Guncang Isu SARA, Langkah Amien Rais Dinilai Naif dan Menggelikan

0

TERANGBINTANG.com – Isu SARA kembali tergoncang setelah tokoh reformasi, Amien Rais, menurunkan sebuah tulisan artikel bebas yang menohok di sebuah media nasional menjelang Pilgub DKI Jakarta: “Bung Jokowi, Selesaikan Skandal Ahok!”. Demikian judul tulisan itu.

Amien dalam tulisannya tersebut menuduh Presiden Joko Widodo berada di balik melemahnya penyelesaian kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam petikan pidatonya di kepualauan Seribu.

“Bung Jokowi, kami semua tahu bahwa Kapolri dan seluruh jajaran Polri berada dalam kendali Anda. Terus terang kasihan Kapolri harus memikul tanggung jawab untuk penyelesaian hukum kasus skandal Ahok dan menjadi sasaran kritik masyarakat sampai sekarang,” demikian tulis Amien.

Menurut Amien, betapa kutipan Surat Al Maidah 51 telah benar-benar menyedot kemarahan umat Islam. Sehinga, jika tak segera diusut dan diselesaikan, Amien mengaku tak tanggungjawab bila kemarahan umat Islam memuncak dan berujung pada instabilitas nasional.

Tak hanya itu, Amien juga menyorot kekayaan negeri yang sudah banyak dikeruk dan dikuasai oleh kekuatan asing dan aseng. Ia berkesimpulan, bahwa melemahnya umat Islam dalam segala hal, karena penguasaan politik, ekonomi, dan sosial sepenuhnya di bawah kendali asing. Sehingga, kata Amien, umat Islam hanya bisa gigit jari.

Direktur Eksekutif Indonesia Demokrasi Network, Amir Wata, menilai, pernyataan Amien sungguh sangat lucu dan menggelitik. “Ia bicara mengenai kekuatan asing dalam ekonomi, politik, dan sosial, sekedar untuk meyakinkan publik terkait kasus Ahok. Ini kan lucu,” katanya.

Menurutnya, ulasan Amien sangat mungkin dilatari oleh motif politik pragmatis menjelang Pilkada DKI. Namun, yang tak kalah penting, kata Amir, bisa jadi ini sebagai penabuh reaksi dan kemarahan publik terhadap Ahok. “Apalagi tanggal 4 November nanti kan ada demo besar-besaran. Nah, ini bagian dari upaya menggoncang dan menarik simpati warga Jakarta agar turun ke jalan mendemo Ahok,” katanya.

Sebabnya, Amir yakin, desakan penyelesaian kasus Ahok tidaklah murni demi penegakan hukum dan keadilan. Pernyataan itu lebih karena alasan politik busuk dan kekuasaan. “Apalagi pak Amien dari Pilpres dulu kan memang begitu. Sering menggunakan terminologi agama untuk politik,” kataya. Sebagai tokoh besar yang dihormati, kata Amir, Amin tidak pantas menggiring-giring isu agama hanya demi kepentingan politik sesaat. (wa)

KOMENTAR