Habib Novel: Spanduk Larangan Menyolati Pendukung Ahok Bukan Provokatif, Tapi Syiar Islam

0
loading...

TERASBINTANG – Sekjen Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Habib Novel Bamukmin, bereaksi keras atas tindakan pencopotan spanduk yang berisi larangan menyolati jenazah pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Masjid al-Ijtihad Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat.

Menurutnya, pencopotan itu adalah tindakan sewenang-wenang dari pemerintah DKI Jakarta dan penyelenggara pemilu.

“Ini kami tolak. Spanduk itu bukan spanduk provokatif. Tapi spanduk yang berisi ayat-ayat al-Quran, tentang larangan memilih pemimpin kafir dan sanksinya, yaitu larangan menyolati pemilih kafir karena sudah munafik dan murtad,” kata dia di sela-sela konferensi pers Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) di Dunkin Donat Menteng Jakarta, Rabu (15/3) kemarin.

Jadi, kata pelapor kasus penodaan agama Ahok itu, spanduk itu adalah syiar Islam, bukan provokati. Karena itu, dia dan tim ACTA akan segera melakukan gugatan hukum.

“Ini syiar untuk menyadarkan umat. Bukan provokatif. Karena dasarnya jelas. Ayat al-Quran tentang itu tidak sedikit, ada 28 ayat. Jadi masjid berhak pasang spanduk itu,” kata dia. (SUM)

loading...