Habib Rizieq Kongkow Bareng Konglomerat Keturunan China, Din Syamsuddin Kok Bungkam?

0
TERASBINTANG.com – Bekas Ketua MUI Din Syamsuddin baru-baru ini melempar tuduhan yang sangat serius. Ada indikasi kuat, tuduhan ini menyasar salah satu calon Gubernur DKI Jakarta. Din mengumbar rumor lama mengenai bahaya 9 naga di belakang cagub tertentu. Saat itu, DIn sedang gencar mengomentari basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Belakangan, pernyataan Din terbukti. Rumor 9 naga itu benar adanya. Namun, ternyata si Naga tidak sedang membeking Basuki seperti diklaim Din Syamsuddin. Sebaliknya, malah “kongkow” bareng sohib sendiri, Habib Rizieq Shihab. Yah, Naga itu terlihat begitu akrab bersahabat dengan Imam Besar FPI itu. Ini dibuktikan dengan sebuah foto yang beredar di sosial media. Dalam foto itu, Rizieq, Ustadz Solmet berpose ria dengan Tomi Winata serta pengusaha lainnya.
melihat foto tersebut, aktivis sosial media, Denny Siregar, mempertanyakan tuduhan Din Syamsuddin. Salah satu pertanyaan mendasar untuk Din, kenapa bungkam saat Habib Rizieq kongkow bareng konglomerat?
“Pak Din tidak mungkin berteriak hal yang sama kepada HRS, karena itu berarti menampar diri sendiri. Sudah kadung teriak anti China, eh temannya juga ternyata begitu. Seperti sudah saya jelaskan dalam tulisan Pak Din & ilusi 9 naga, bahwa para pengusaha besar yang dikuasai etnis Tionghoa sebenarnya tidak melihat etnis apa dan agama apa dalam berbisnis, karena uang itu etnis dan agamanya sama. Mereka yang sudah kadung menguasai ekonomi negara ini bertahun-tahun lamanya tidak mungkin akan bertaruh hanya dengan menaruh kartu di satu pasangan calon saja,” kata Denny.
Bisa dibayangkan, investasi yang mereka keluarkan ratusan triliun besarnya. Karena itu, kata Denny, setiap ada pilkada dimana mereka punya bisnis disana, mereka selalu menaruh kartu di semua pasangan calon. Apalah artinya 3 triliun yang dibagi kepada 3 pasangan calon, dibanding resiko jika proyek ratusan triliun itu dihentikan oleh salah satu yang mereka tidak unggulkan?
“Itu hukum yang sudah biasa dan terjadi dimana-mana,” katanya. Hanya saja, lanjut Denny, di masa pemerintahan Jokowi ini agak sedikit berbeda. Jokowi mempunyai gaya yang jauh dari pendahulunya. Ia tidak bisa diatur oleh naga, kebo, kadal, kuda, tikus dan binatang lainnya. Ia tuan bagi dirinya. Jokowi membutuhkan para naga itu, tetapi harap berjalan sesuai rel yang ada. Boleh bisnis, tapi yang wajar. Kalau tidak, saya sikat.
Meraunglah para naga ketika bisnis gurita mereka mulai impor pangan sampai proyek mega konstruksi dihentikan. Mereka sudah terlanjur invest dimana-mana dan sudah keenakan makan di periuk yang lama.
Hubungan HRS dengan para pengusaha besar keturunan China itu sebenarnya bukan barang baru. HRS harus dekat dengan mereka, dalam segala bidang, termasuk menjaga tempat bisnis mereka supaya organisasinya tetap hidup. “Organisasi yang terdiri dari ribuan anggota di beberapa provinsi itu tetaplah harus makan dan cara yang mereka lakukan sama saja dengan cara yang dilakukan Hercules dan kawan-kawan, hanya ini berbaju agama.”
Menurut Denny, foto itu hanya menguatkan apa yang telah terjadi selama ini, karena orang baru percaya kalau sdh melihatnya sendiri.
“Karena itu, biasa-biasa sajalah. Semua yang tampak terlalu suci biasanya sangat kotor hanya tidak terlihat di permukaan. Kemampuan untuk melihat peristiwa dengan sangat luas itu diperlukan, supaya tidak mudah dibodohi oleh sesuatu yang terlihat indah di mata.”
Dibantah

Raja voucher Hengky Setiawan membantah tudingan adanya pertemuan konglomerat Tomy Winata dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang beberapa hari terakhir menjadi viral di media sosial setelah diunggah oleh @ratu_adil dan akun facebook@ratu.adil.indonesia.

“Bukan (Tomy Winata). Sebelah saya adalah Romy Winata adiknya TW,” kata Hengky melalui pesan singkatnya, Senin (28/11/2016).

Menurutnya, foto tersebut dibuat sudah cukup lama. “Fotonya uda hampir 2taonan. Di vila teman pas ketemu,” lanjutnya.

Hengky menambahkan, tidak ada yang istimewa dari foto-foto itu. Pertemuannya pun dilakukan secara tak sengaja. “Kebetulan saya dan Romy ada di vila temen, ada temen bawa Pak Habib ke sana juga, jadi ketemu, terus ada yang ngajak foto bareng,” papar Hengky.

KOMENTAR