Habib Rizieq: Kami Tidak Ada Rencana Chaos

0

TERASBINTANG.com – Imam Besar FPI Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab membahtah bahwa aksi bela Islam II yang akan berlangsung pada 4 November besok akan berujung pada pengrusakan. menurutnya, aksi massa Islam ini  bukanlah aksi massa anti Cina, anti kristen, atau bentuk motif SARA lainnya.

Ia mengoreksi pesan Presiden Jokowi yang seolah-olah menggambarkan aksi Bela Islam II adalah sebentuk kekacauan.

“Betapa bapak Presiden memberikan sikap terhadap aksi kita besok. Tetapi akar permasalahan yaitu penistaan agama, malah tidak disikapi. Dalam pernyataan Presiden bahwa aksi ini merupakan hak demokrasi tetapi bukan hak memaksakan kehendak dengan melakukan pengrusakan. Pernyataan ini menyinggung kita,” kata Rizieq.

Menurutnya, aksi kita adalah aksi konstitusional penegakan hukum, tetapi presidenlah yang melanggar konstitusional dengan melindungi pelanggaran hukum, katanya. “Ini terlihat bagaimana Ahok dibela ketika BPK, sebagai lembaga negara, menyatakan adanya pelanggaran dan juga pada kasus reklamasi.”

Ia menegaskan, aksi bela Islam pada tanggal 4 November ini murni aksi jihad konstitusional bukan aksi sara, bukan aksi anti cina, aksi kristen. “Dan kami mengklarifikasikan bahwa kami tidak ada rencana chaos, kami datang ke Istana Negara untuk meminta tanggung jawab Presiden.”

Tadi malam, berlangsung sebuah pertemuan konsolidasi Aksi Bela Islam II pukul 18.00 wib di Ruang Puri Putri Lantai 2 Hotel Grand Sahid Jaya Jl. Jend. Sudirman Kel. Karet Tengsin Kec. Tanah Abang Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut dihadiri sekitar 75 orang dengan pimpinan KH. Bachtiar Nasir (Ketua GNPF) dan DR Al Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab, Lc, MA, DPMSS (Imam Besar FPI/Pembina GNPF). (za)

KOMENTAR

loading...