Hadapi Persaingan Global, HIPMI Ingin Cetak Lebih Banyak Pengusaha Muda Berkualitas

0

TERASBINTANG.com — Ketua Bidang Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi BPP HIPMI, Dr.
Anggawira, MM mengungkapkan, Indonesia memilki potensi kekayaan yang luar
biasa untuk bisa unggul dalam persaingan global. Kendati demikian, ia
melihat Indonesia masih tertinggal jauh dibanding dengan negara- negara
tetangga di ASEAN. Ia berharap dengan adanya acara HIPMI Jambore Perguruan
Tinggi se-Asean bisa menjadi modal dasar anak muda untuk terjun ke dunia
usaha.

“SDA belum bisa diolah optimal menjadi barang bernilai tambah tinggi,
begitu pun dengan pelayanan jasa yang masih perlu untuk terus dikembangkan.
Nantinya dengan acara HIPMI Jambore ke depannya akan mencetak pengusaha
muda berkualitas,” ungkap Anggawira yang juga Ketua Steering Commitee
Jambore HIPMI Pergiruang Tinggi.

Acara yang akan di hadiri lebih dari 4000 mahasiswa dari seluruh indonesia
yang akan diselenggarakan di Telkom University Bandung 22-25 Mei 2016 ini
direncanakan juga dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi. Adapun tema besar
yang akan menjadi acara Jambore adalah “Revolusi Mental, Jalan Tengah
Membangun Entrepreneur Muda yang Berdaya Saing di Era MEA,”.

Lebih lanjut, ia mengatakan, belum tergeraknya perekonomian Indonesia
secara optimal salah satunya difaktori oleh masih minimnya warga negara
yang menjadi pengusaha/enterpreneur dimana kreativitas dan inovasi bergerak
cepat ditangan pengusaha.

“Potret kuantitatif memperlihatkan bahwa Indonesia masih krisis
wirausaha. Pengusaha di Indonesia hanya berjumlah 1,5% dari total penduduk.
Angka ini tergolong sangat rendah dan jauh dibawah negara- negara ASEAN
seperti Singapura, yang memiliki indeks 7%, Malaysia 5%, dan Thailand,
4,5%,” ujar Anggawira yang juga Komisaris PT Permata Transindo.

Dalam yang Kesempatan yang Sama Ketua Umum BPP HIPMI Bahlil Lahadalia
menegaskan, Indonesia sebetulnya sudah membuka peluang pasar yang
seluas-luasnya dalam berbagai macam hal mulai dari perdagangan, investasi,
hingga aliran modal. Maka apabila Indonesia ingin unggul dalam persaingan
percaturan liberalisasi tersebut, tidak ada pilihan lain selain
meningkatkan produktivitas, dan daya saing komperatif yang tinggi.

“Meningkatkan produktivitas dapat dilakukan dengan meningkatkan
keterampilan tenaga kerja industri serta penerapan teknologi industri
berbasis sumber daya alam local,” ujar Bahlil.

Pengusaha muda, imbuhnya merupakan tenaga penggerak pembangunan. Ditangan
pengusaha muda inilah proses penciptaan nilai tambah berbagai produk dalam
negeri akan berbuah lebih cepat. Menurutnya ada 5 peran yang dimainkan oleh
enterpreneur dalam menggerakan perekonomian.

“Entrepreneur mampu membuka dan mengembangkan pasar baru, mampu menemukan
sumber daya atau faktor produksi baru, Entrepreneur dapat memobilisasi
sumber daya modal, Entrepreneur dekat dengan inovasi teknologi dan produk,
Entrepreneur menciptakan lapangan kerja, Jika para pengusaha muda tidak
mempersiapkan diri untuk meningkatkan kapasitas daya saing, jadi kita harus
siap menghadapi pasar global ini,” tutupnya.

KOMENTAR