Hamdi Muluk: Negara Jangan Mentolerir Premanisme Berjubah Macam FPI

0
Demo FPI

TERASBINTANG.com – Front Pembela Islam (FPI) beberapa kali terlibat dalam tindak kekersan dan anarkisme di muka umum dengan dalih penegakan syariah Islam. Bahkan, Sang pimpinan, Muhammad habib Rizieq Shihab sudah beberapa kali dijebloskan ke penjara gara-gara berbuat kriminal dan melakukan penghasutan terhadap kekerasan di sejumlah tempat. Belum lagi penghinaan dan hasutan dalam konten ceramahnya yang membuat banyak pihak resah terhadap gerakan makhluk yang satu ini.

Saat menggelar unjuk rasa menolak Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama pada 2014 lalu, massa FPI terlibat bentrok dengan kepolisian. Saat itu polisi menetapkan puluhan orang sebagai tersangka.

Pengamat psikologi politik dari Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, memahami langkah Kapolri bertemu dengan pimpinan ormas anarkis itu untuk bernegosiasi demo 2 Desember supaya tidak terjadi rusuh. Polri ingin menghindari tindakan represif dengan membangun kesepahaman dengan ormas-ormas tersebut agar tercipta suasana kondusif jelang gelaran demo tersebut.

“Ini bagian stategi polisi untuk negosiasi. Kalau melakukan tindakan represeif dalam situasi tegang dan ada nuansa marah akan menimbulkan konflik sosial,” kata Hamdi.

Namun, menurut Hamdi, dalam jangka panjang, Polri harus lebih tegas menghadapi Ormas yang memang punya rekam jejak buruk di republik ini. Tidak boleh ada toleransi terhadap premanisme yang dibungkus dengan jubah agama.

“Aparat harus tegas. Jangan sampai negara kalah oleh tekanan sekelompok orang yang punya riwayat anarkisme di masa lalu,” kata Hamdi.

Menurut Hamdi, FPI sudah beberapa kali melakukan gerakan yang sangat meresahkan dan dapat mengganggu keragaman. Bulan September 1999, misalnya, mereka menutup tempat perjudian di Petojo Utara, sementara pada November 2004, merusak kafe di Kemang dan tahun 2008 massa FPI menyerang aktivis Aliansi Kebangsaan untuk Keyakinan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di Monas, ketika melakukan aksi damai. Aksi ini berujung pada diciduknya Rizieq Shihab dan puluhan pengikutnya. (za)

KOMENTAR