Hari Ini Buni Yani, Pemalsu Transkrip Pidato Ahok, Ajukan Praperadilan

0
loading...

TERASBINTANG.com – Hari ini, Senin (5/12), pemalsu transkrip pidato Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Buni Yani, mengajukan gugatan praperadilan atas penetapannya sebagai tersangka dalam kasus penyebaran kebencian ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Hal ini disampaikan kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian, Senin (5/12).

Buni Yani disangkakan Pasal 28 Ayat (2) UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Menurut dia, Buni Yani direncanakan hadir dalam pendaftaran gugatan tersebut. “Insya Allah, dia nanti ikut. Dia siap menghadapi dan melakukan perlawanan melalui proses hukum, mengajukan gugatan praperadilan ini,” ujar Aldwin.

Aldwin mengkalim proses hukum materi acara di luar prosedur dan tidak lazim. Sebab, Buni tak pernah diperiksa sebelumnya alias langsung ditangkap. “Kami rasa ini seharusnya tidak terjadi karena Buni Yani sedang berada di kantor polisi saat itu,” ungkap Aldwin.

Selain itu, kata dia, mengenai materi secara keseluruhan akan disampaikan dalam isi gugatan. “Prosedur hukum acara dan keberatan lainnya akan kami ajukan dalam gugatan,” kata dia.

Buni dinilai telah menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan kebencian atau permusuhan terhadap golongan atau kelompok atas SARA karena mem-posting kata-kata pada caption video Basuki T Purnama (Ahok) soal surat Al-Maidah 51. Kasus ini dilaporkan oleh Andi Windo pada tanggal 7 Oktober 2016.

Polisi tidak melakukan upaya penahanan terhadap Buni. Namun polisi mengajukan surat permintaan cegah agar Buni tidak dapat bepergian ke luar negeri selama 60 hari ke depan

loading...