Hendropriyono: Sampai Kapan pun Khilafah Tak Bisa Diterapkan di Indonesia

0
loading...

TERASBINTANG.com – Belakangan ini, suara-suara kelompok masyarakat yang menginginkan tegaknya khilafah di Indonesia semakin kencang terdengar. Bahkan, mereka mulai terang-terangan melakukan propaganda terkait khilafah seperti halnya yang dilakukan oleh Hizbut Tahri Indonesia (HTI) dengan kegiatannya yang bernama ‘Forum Khilafah Internasional’. Meskipun dalam beberapa kali rencana, kegiatan tersebut berhasil digagalkan pihak kepolisian.

Terlepas acara tersebut berhasil digagalkan oleh polisi, namun hal itu membuktikan bahwa mereka semakin berani menyuarakan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono pun mengingatkan agar negara menindak tegas gerakan-gerakan tersebut.

“Suara pemerintah kalah keras dari suara masyarakat itu. Harus disusun suatu rencana aksi terhadap hal-hal yang menyangkut pengawalan pancasila,” kata Hendropriyono dalam rangkaian kegiatan “Temu Kader Kebangsaan Indonesia Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (8/5/2017).

Hendropriyono mengatakan, jika pemerintah tidak segera menangani gerakan-gerakan anti pancasila itu, maka akan menjadi ancaman bagi keutuhan NKRI dalam waktu singkat.

ia menegaskan, khilafah sampai kapan pun tidak akan pernah kompatibel di Indonesia. Ada sedikitnya tiga alasan utama, yaitu khilafah berbicara soal umat. Sementara NKRI berbicara soal warga negara.

“Umat itu eksklusif, warga negara inklusif. Umat itu harus patuh pada khalifah, sedangkan khilafah berbicara tentang bagaimana menjadi manusia utama dari kacamata Islam.

Selain itu, Republik Indonesia menjamin hak setiap orang untuk menjalani hidup sesuai dengan keyakinannya masing-masing, selama masih dalam koridor praktis Pancasila.

“Khilafah melindungi minoritas tetapi tidak melindungi hak politik mereka untuk dipilih menjadi pemimpin publik. NKRI menjamin hak setiap warga tanpa kecuali, ini membuat kita lebih banyak alternatif untuk mendapat pemimpin yang cakap dan kompeten,” kata Hendropriyono.

loading...