ICW Sebut Penuntasan Kasus e-KTP Harus Gaduh, Kok Bisa?

0
loading...

TERASBINTANG.com – Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan Indonesia Corruptin Watch (ICW), Emerson Yuntho menanggapi pernyataan Ketua DPR RI Setya Novanto yang meminta pengusutan dugaan korupsi pengadaan e-KTP tak bikin gaduh. Menurut Emerson, justru penuntasan kasus tersebut harus dibikin gaduh pihak-pihak yang kecipraran duit haram proyek e-KTP tidak bisa melarikan diri.

“Justru penuntasan kasus e-KTP harus gaduh agar pelaku tidak meloloskan diri dan semua pihak bisa memantau proses hukumnya,” kata Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan ICW, Emerson Yuntho, Rabu (8/3/2017).

“Hanya mereka yang terlibat korupsi yang takut proses ini diungkap oleh KPK,” sambungnya.

Menurut Emerson, kegaduhan politik dalam kasus tersebut tidak mungkin bisa dihindarkan. Bahkan, kegaduhan bisa terjadi hingga ke internal partai politik yang nama kadernya terseret. Serangan balik dari politisi yang namanya terseret, kata Emerson, juga bisa saja terjadi. Namun Emerson enggan menjelaskan serangan seperti apa yang kemungkinan akan dilakukan terhadap KPK.

“Gaduh politik pastinya di internal partai dan juga sebagian politisi akan melakukan serangan balik terhadap KPK,” pungkasnya.

Sidang perdana kasus ini akan diselanggarakan pada Kamis (9/3) besok. KPK telah melimpahkan berkas perkara e-KTP itu ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta pada Rabu (1/3) lalu. Berkas itu setebal 24 ribu halaman, yang nantinya akan disarikan dalam surat dakwaan.

Berkas itu terdiri dari 13 ribu lembar berkas untuk Sugiharto, yang berasal dari 294 saksi dan 5 ahli, serta 11 ribu lembar untuk Irman, yang berasal dari 173 saksi dan 5 ahli.

loading...