Ikut Inama Fest 2016, ‘Santri Animasi’ Ini Sabet Juara

0

TERASBINTANG.com –  Tak lama ini, digelar ajang Indonesia Animation Festival atau Inama Fest 2016. Kegiatan ini  merupakan wadah sekaligus apresiasi secara khusus bagi para kreator animasi di Tanah Air.

“Kita pernah mengadakan yang mirip sebelumnya di tahun 2007. Tapi kali ini pertama untuk kita dalam memberi penghargaan untuk kreatornya,” tutur Lance Mengong, Festival Director Inama Fest 2016 kepada wartawan.

Jumlah karya yang masuk sebanyak 217 karya animasi. Ada sebelas kategori yang dilombakan dan setiap satu kategori dipilih satu sebagai juara. Animasi ‘Joni Boli’ mendapat juara dalam kategori Animasi Favorit (voting media sosial).

Ternyata, salah satu animator ‘Joni Boli’ merupakan ‘Santri Animasi’ didikan Kementerian Agama Repubik Indonesia (Kemenag RI). Ia adalah Mochamad Hidayatullah (Dayat), santri alumnus Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, Kranji, Paciran, LamonganLamongan, Jawa Timur.

“Saya sebagai salah satu dari lima animator di AfterLab dan Imagia Studio. Tim keseluruhan tidak banyak, hanya sekitar sepuluh orang,” tutur Dayat di Jakarta, tak lama ini.

Di Imagia Studio, pria kelahiran Lamongan 10 Mei 1990 itu menempati posisi sebagai Lead 3D Character Animation team dan 3D Character and Property Animation.

Sebelumnya, ia bekerja di MDanimation menggarap beberapa projek film seperti, Adit Sopo Jarwo, Teddy Boy, dan Alfa si Pemberani. Namun sayang, ia hanya bertahan satu tahun delapan bulan bekerja di bawah pimpinan Manoj Punjabi karena adanya pengurangan karyawan.

Meskipun dirasa cukup sulit, Dayat terus berkiprah di dunia animasi. Ia mengaku, tantangannya besar namun seiring berjalannya waktu ia akhirnya menemukan dunia baru yang berbanding lurus dengan minat dan bakat. Berkat ketekunannya, kini ia menguasai beberapa software animasi seperti Blender, LightWave, Maya, 3Ds Max, Photoshop, dan 3D Equalizer.

Selain Dayat, cukup banyak santri animasi lainnya yang terus berkiprah. Seperti, M Jamal Alwy sebagai 3d Animator di BASE Studio, Bali; Jamal, 3D animator & modeler di Yogyakarta; Zusron Sya’roni , WPAP Illustrator & Kuffier di Bantul; Ahmad Muallif, Graphic Designer di Pasuruan; Fathurrochman, jurnalis dan kreator Komik Glentong, dan lain sebagainya.

Mereka berharap, Kemenag RI kembali mengadakan pelatihan animasi kembali karena sangat bermanfaat dan dibutuhkan. Peserta bisa direkrut dari generasi pertama dan seleksi santri-santri berbakat lainnya di pondok-pondok pesantren.

 

“Santri perlu ambil peran penting dalam membentuk image dan kepribadian bangsa melalui karya-karya yang menarik, spektakuler seperti animasi. Saat ini hampir semua produk animasi yang membombardir pikiran anak-anak Muslim diproduksi dari luar, tanpa memiliki roh untuk pembinaan mental dan kepribadian,” ungkap Deni D. Romdonah, Direktur Santri Animasi Indonesia (Sannami Enterprise).

Ia menambahkan bahwa khazanah santri sangat kaya dengan ajaran kearifan dan kebaikan melalui cerita atau fabel dalam kitab-kitab kuning. Khazanah dan kearifan tersebut kini jarang diajarkan, sebab Kecenderungan anak-anak adalah instan.

 

loading...
loading...