Imam Besar Masjid Istiqlal Jelaskan Konteks Turunnya Surat Al Maidah Ayat 51 

0

TERASBINTANG.com — Statement Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Kepulauan Seribu soal surat Al Maidah ayat 51 menuai polemik dan kontroversi di masyarakat, sehingga demo besar-besaran terjadi pada Jum’at, 4 November 2016 kemarin.

Terlepas kontroversi kata-kata Ahok, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menjelaskan konteks turunnya Surat Al Maidah ayat 51. Ayat itu turun di tengah situasi politik Umat Islam dalam hubungannya dengan Yahudi dan Nasrani.

“Surat Al Maidah ini turun pasca Perang Tabuk, sebelumnya juga ada perang Uhud. Jelang turunnya turunnya ayat ini ada Abdullan bin Ubay bin Abi Salul, dia membangun masjid Dirar untuk memprovokasi umat Islam dengan mencoba membangun masjid tandingan dari masjidnya Nabi,” tutur Nasaruddin Umar.

Tokoh munafik juga membuat provokasi dengan mengadu domba antara umat Islam, Nasrani dan Yahudi.

“Ada yang lebih khusus lagi asbabun nuzulnya ayat ini,yaitu Ubadah bin Shomid. Dia punya budak seorang nasrani,dia akan memerdekakannya karena terlalu baik untuknya. Tapi ini tidak diikuti oleh sahabat karena dikhawatirkan Nasrani ini bergabung dengan kelompok-kelompok provokasi,” ujar Nasaruddin Umar.

Kaum Nasrani, Yahudi ketika itu terbelah, ada yang bersahabat dengan nabi dan mendukung risalah kenabiannya, tetapi ada juga yang memusuhi Nabi. 

“Makanya statement-stament Nabi Muhammad ada yang dekat dengan Nasrani dan Yahudi tapi juga ada yang berperang. Tergantung siapa yang bereaksi,tentu responnya juga lain,” katanya.

Nasaruddin Umar kemudian mengkritik terjemahan Kementerian Agama kata ‘aulia’ diartikan dengan pemimpin. Karena dalam sejumlah kitab tafsir tidak ada kata ‘aulia’ diartikan pemimpin,tapi teman dekat atau sejenisnya.

KOMENTAR