Intelektual Muda Muslim Yakin Donasi IHR Digelontorkan kepada Pemberontak

0
loading...

TERASBINTANG.com – Kasus dugaan donasi IHR berjejaring dengan kelompok pemberontak teroris Suriah terus bergulir. Kalangan intelektual banyak yang membahas ini dalam diskusi mereka, maupun tulisan-tulisan mencerahkan lainnya.

Ketika dimintai penjelasan terkait kasus ini, seorang intelektual muda Muslim, Moh Suad, memberikan tanggapan brilian dalam membuat maping konflik Suriah sesungguhnya.

“Kalau saya, cukup percaya  itu benar. Pemberontak kan disuplai Arab Saudi. Karena mereka menentang Bassar Asad yang notabene Syiah. Jadi Salafi Wahabi di Indonesia pasti support pemberontak,” analisisnya, Jumat (30/12/2016).

Ia menambahkan bukti lain, bahwa sekarang saja sudah terlihat wacana yang digemborkan oleh media sosial (medsos) kaum salafi. Kalau yang menuduh itu syiah, liberalis dan lain sebagainya.

Selain itu, ia juga mengatakan, ustadz-ustadz yang banyak ditayangkan di televisi saat ini,  rata-rata ber-background salafi. Termasuk Ustadz Bachtiar Nasir sebagai ketua IHR.

“Jadi miris. Tapi kemarin saya lihat ada teman-teman muda NU sedang merapatkan barisan,  Menarik sekali gerakan itu. Kayaknya sekarang gerakan model mahasiswa itu tidak lagi di jalanan. tapi di medsos. Makanya harus banyak pasukan medsos,” ungkapnya.

Sebagai jalan tengah, ia menawarkan kepada muslim Indonesia secara diplomatis berusaha tidak memihak antara Saudi atau Rezim Bassar Asad. Bagaimanapun di syiria masih ada pemerintah sah yaitu Bassar Asad, jadi harus tetap menghormati pemerintahan yang sah itu.

“Untuk menjawab pertanyaan mana yang benar, mana yang membunuh, menurut saya tidak semudah itu menjawab. Keduanya (baik pemberontah maupun pemerintah) baik syiah maupun kubu wahabi juga berkontribusi membunuh warga sipil,” ujarnya.

Ia menawarkan solusi lain agar Muslim Indonesia tetap menjaga tradisi leluhurnya yakni ajaran ahlissunnah wal jamaah. Muslim Indonesia terkenal dengan sifat sopan-santun, toleran dan menerima perbedaan.

“Solusinya, jangan lupa ramaikan mushalla dan wiridan untuk menentramkan hati. Karena dunia ini banyak sekali tipu daya yang menyesatkan,” pungkasnya.

loading...