Irman Gusman Dicokok KPK, Masih Sempat ‘Sok Suci’

0

TERASBINTANG.com — Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dingkap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) atas dugaan kasus suap pengurusan kuota gula impor. Irman Gusman ditangkap KPK Sabtu dini hari. Ketua KPK Agus Raharjo mengatakan, penyidik dari lembaga anti rasuah sudah mengamankan uang senilai Rp 100 juta di sebuah kamar di rumah dinas Irman Gusman (IG).

Irman Gusman menerima uang 100 juta tersebut dari Direktur Utama CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto (XSS), sesaat sebelum terjadi operasi tangkap tangan KPK.

“Dari OTT diamankan Rp 100 juta,” kata Agus Raharjo dalam jumpa pers di Gedung KPK, Sabtu (17/9/2016).

Saat itu juga penyidik mengamankan Irman, Sutanto, dan istrinya, Memi. KPK mambawa mereka ke KPK untuk diperiksa lebih lanjut.

Setelah melakukan pemeriksaan intensif, KPK menetapkan Irman Gusman, Sutanto, dan Memi sebagai tersangka. Irman penerima suap sedangkan Sutanto dan Memi sebagai pemberi suap.

Sutanto dan Memi sebagai pemberi disangkakan dengan pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sementara Irman sebagai penerima disangka telah melanggar pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999.

Setelah Irman Gusman ditangkap KPK, akun Twitter @IrmanGusman_IG masih aktif berkicau memberi penjelasan. Akun Twitter tersebut tidak dikendalikan oleh Irman Gusman, tapi oleh stafnya.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Laode M Syarif meminta staf Irman Gusman untuk tidak mengaktifkan akun Twitter karena informasinya menyesatkan publik.

“Saya harap pada yang bersangkutan (staf Irman) untuk menghentikan pengoperasian Twitter karena memutarbalik fakta yang sebenarnya,” kata Syarif di Gedung KPK.

KOMENTAR

loading...