Ironis! Segelintir Massa Ini Demo Minta BIN Diberi Wewenang Tangkap Teroris, Siapa yang Bayar?

0
loading...

TERASBINTANG.com – Permintaan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso agar diberi kewenangan untuk menangkap terduga teroris dalam Revisi UU Tindak Pidana Terorisme menuai penolakan dari sejumlah kalangan. Pakar, aktivis, praktisi, hingga masyarakat sipil pun kompak menolak permintaan aneh bekas Gubernur DKI Jakarta itu.

Pasalnya, jika wewenang tersebut diberikan, BIN rentan melakukan tindakan pelanggaran HAM. Mereka khawatir, nuansa Orde Baru yang identik dengan penyalahgunaan wewenang penguasa terhadap masyarakat sipil kembali terjadi.

Terlebih, BIN sesuai dengan fungsi dan tugas pokoknya tidak punya wewenang apapun untuk melakukan penindakan, mengingat posisinya yang bukan sebagai penegak hukum.

Berbagai nalar hukum dan argumentasi publik sepakat bahwa permintaan tersebut sudah tidak masuk akal dan cenderung melampauai nalar demokratisasi di Indonesia.

Namun, di tengah maraknya penolakan publik itu, ada suara sumbang yang terus dihembuskan segelintir orang agar BIN tetap diberikan kewenangan tersebut. Hal ini tampak pada demo sejumlah kecil orang yang menamakan diri sebagai Paguyuban Masyarakat Rindu Rasa Aman (Paguyuban Mari Rasa) di depan Patung Kuda, Silang Monas, Jakarta Pusat. Mereka menuntut agar DPR memberikan kewenangan tambahan untuk Badan Intelijen Negara (BIN) menangkap dan menahan teroris.

Tak tanggung-tanggung. mereka menggunakan logika demokrasi untuk mendukung pendiriannya. “Sekarang ini era demokrasi, dimana semua mata bisa mengawasi BIN. Apalagi ada dewan pengawas dari DPR,” kata oordinator Paguyuban Masyarakat Rindu Rasa Jimmy Gunadi di Jakarta, Jumat (29/1).

Mereka seolah lupa bahwa penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan rezim orba yang korup dan otoriter justru akibat dari besarnya peran BIN mengobok-obok sipil.

Demo Bayaran?

Kepalsuan tetap saja kepalsuan dan akhirnya akan terungkap. Mana demo palsu dan mana demo yang benar-benar menyampaikan aspirasi rakyat bisa dibedakan dengan jelas.

Seorang makelar demo, Ronald mengungkapkan demo murni dan demo bayaran bisa dengan mudah diidentifikasi dari bentuknya. “Mudah saja kita bisa melihat dari massa-nya, berapa jumlahnya, siapa saja yang datang di situ, lihat gerak gerik si pendemo, antusiaskah? Aktif dan pahamkah dengan isinya? Kalau tidak jelas itu demo bayaran,” ujarnya.

Jumlah pendemo yang dimaksud ialah apabila demo itu dalam skala kecil yakni berkisar 50-100 orang, bisa ditebak demo itu pesanan atau bayaran. “Jumlah (orang) itu relatif ada juga yang banyak orangnya tapi bayaran semua. Yang penting itu tadi karakter dan sifat massa-nya,” kata Ronald.

Lebih lanjut dia menambahkan, ciri khas pendemo bayaran dapat terlihat saat melakukan aksinya. Indikatornya terlihat pada fokus perhatian dan kualitas orasi dari para demonstran. “Kalau terlihat tidak ekspresif dan seperti ogah-ogahan pasti kecenderungannya mereka hanya ikut-ikutan karena tidak paham substansi demo itu,” tukasnya.

Ronald yang sudah dua tahun bergelut didunia makelar demo ini menuturkan, terdapat beberapa perangkat demo yang harus diperhatikan sebelum menggelar aksi demo.

Terori ini sangat cocok dengan aksi demontran pendukung pemberian wewenang BIN tangkap terduga teroris tadi siang. Siapa sebenarnya dalang pendanaan mereka? (fk)

loading...