Isu SARA Kian Menguat Jelang Putaran Kedua, Ini Kata Azyumardi Azra

0

TERASBINTANG.com – Jelang Pilgub DKI putaran kedua, isu SARA menjadi sangat dominan. Sebagian besar isu mengarah kepada persoalan agama dan etnisitas. Salah satu isu yang muncul belakangan adalah larangan menyalati jenazah pendukung paslon nomot urut 2, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Terlepas dari siapa dan paslon mana propaganda busuk ini muncul, yang jelas isu seperti ini sangatlah merugikan pasangan calon tertentu.

Padahal, dalam Islam hukum menyalati jenazah adalah wajib kifayah. Namun, hari ini di tengah-tengah panasnya suhu Pilkada, menyalati jenazah dijadikan komoditas politik untuk memenangkan paslon tertentu.

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Azyumardi Azra mengatakan, spanduk yang bertuliskan ‘Tidak Boleh Menshalatkan Jenazah Pembela Penistaan Agama’ yang terpampang di sejumlah masjid di DKI Jakarta, tidak bisa dibenarkan.

“Jadi (jenazah) orang islam itu selama (hidupnya) dia masih percaya pada kalimat syahadat maka harus wajib dishalatkan. Kalau saat berpolitik mendukung si ini atau si itu, saya kira tidak boleh melarang menjalankan shalat jenazah,” tegas Azyumardi Azra yang juga sebagai guru besar yang membidangi sejarah dan peradaban islam itu.

Sebabnya kata Azra, pemasangan spanduk tersebut sama sekali tidak benar. “Kalau tidak menshalatkan, orang Islam yang lain berdosa. Spanduk itu nggak bener, nggak tahu ajaran tauhid, nggak tahu ajaran akidah,” tandas Azyumardi Azra.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Sa’adi menegaskan bahwa menyalati umat Islam yang meninggal dunia hukumnya adalah wajib, meski yang bersangkutan dituduh munafik atau kafir.

“Kita tidak boleh menghukumi seseorang itu munafik atau kafir, yang berhak hanya Allah SWT,” kata Zainut di Jakarta, Sabtu (25/2).

Dia juga mengingatkan, kepada umat Islam mengurus jenazah hukumnya fardhu kifayah. Maka umat Islam bekewajiban memandikan, mengkafani, menyalatkan dan menguburkan bagi seorang jenazah Muslim.

loading...