“Iyalah Pindah, Masa Kita Mau Lawan Negara…”

0

TERASBINTANG.com –  “Iyalah Pindah, Masa Kita Mau Lawan Negara…” Inilah suara warga kawasan Kalijodo. Suatu sikap penerimaan yang patut diapresiasi, setelah bertahun-tahun kawasan tersebut menjadi tumpuan hidup dan mata pencaharian utamanya.

Kalimat sakti ini disampaikan seorang ibu rumah tangga yang sudah bertahun lamanya tinggal di Kalijodo, Sumiati. Meski tetap menolak untuk digusur, tak banyak kata perlawanan yang muncul di setiap detail pembicaraannya.

Sumiati termasuk warga asli Kalijodo dengan kepemilikan KTP resmi DKI Jakarta. Ia bersama ratusan warga lainnya akan segera pindah ke Rumah Susun yang disediakan oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Padahal, dengan penggusuran tersebut, dia harus kehilangan lapak bisnisnya, yakni usaha warung nasi. “Saya buka warung nasi. ya walalupun dapatnya gak tentu,” katanya.

Ia cuma berharap di tempat tinggalnya yang baru nanti, usaha ini tetap bisa dijalankan untuk menopang hidup seraya tetap pasrah menghadapi kenyataan ini.

“Kita pasrah aja lah. Mau ke mana juga.”

Seperti diketahui, hampir setengah warga Penjaringan di Kalijodo direlokasi ke Rusun Marunda, Jakarta Utara. Jumlah warga yang direlokasi yakni sekitar 95 keluarga.

“Setelah pendataan ada 202 KK (Kepala Keluarga) yang pantas mendapatkan hak untuk direlokasi. Sekitar 95 di antaranya pindah ke Rusun Maruda,” kata Camat Penjaringan, Khalit, Jakarta, Senin (22/2).

Khalit menambahkan, persyaratan setiap kepala keluarga untuk mendapatkan rumah susun di Marunda antara lain adalah KTP DKI Jakarta, Kartu Keluarga, dan kartu Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Persyaratan tersebut harus dilengkapi sehingga warga bisa mendapatkan rusun.

“Ini sesuai dengan instruksi dan peraturan yang ada,” katanya. (fk)

KOMENTAR