Jadi Tersangka Makar, Hatta Taliwang “Ngeles”

0
loading...

TERASBINTANG.com – Hatta Taliwang membantah pertemuan dengan Rachmawati Soekarnoputri dan sejumlah aktivis lainnya di Universitas Bung Karno (UBK) membahas soal agenda makar.

“Ada pertemuan lebih kurang tanggal 28 November, tapi terbatas hanya bicara teknis untuk persiapan acara tanggal 2 Desember itu,” ujar Hatta usai diperiksa Polda Metro Jaya.

Menurutnya, para aktivis yang berkumpul pada 28 November itu dalam rangka pmempersiapkan segala sesuatu untuk kesiapan aksi tanggal 2 Desember. “Persiapan saja, misalnya temanya apa, lalu jumlah massa, pemberitahuan ke polisi dan lain sebagainya,” ucapnya.

Sedangkan agenda yang dibahas masih seputar kembali ke UUD ’45 yang asli dan tangkap/penjarakan Ahok.

Dia menyebut, Rachmawati telah menyiapkan massa dengan jumlah puluhan ribu orang untuk turun ke depan Gedung DPR/MPR. “Waktu itu surat yang disiapkkan oleh stafnya itu, waktu itu lebih kurang 20 ribu. Itu terbuka kok, sudah disiarkan,” terangnya.

Namun, Hatta mengaku tidak tahu massa mana yang akan diturunkan ke DPR saat itu. “Yang tahu detil itu tentu ibu Rachma sama anak buahnya. Karena saya sifatnya hanya memberitahu ke publik aja bahwa akan ada itu (aksi di DPR-red),” lanjut dia.

Hatta menegaskan, massa yang akan diturunkan ke DPR/MPR, bukanlah massa aksi ‘Bela Islam III’ yang berada di Monas, Jakarta Pusat, pada hari yang sama, Jumat 2 Desember.

“Enggak, enggak dibicarakan. Ibu punya ini (massa sendiri) yang sifatnya untuk setuju dengan isu kembali ke UUD ’45,” ujarnya.

Soal mengapa agenda tersebut harus dilakukan pada saat aksi 212, Hatta mengaku tidak mengetahuinya. “Nah itu tanyakan ke Ibu Rachma,” katanya.

loading...