Jagat Maya Bersyukur, Akhirnya Provokator SARA Buni Yani Jadi Tersangka

0

TERASBINTANG.com – Provokator, itulah sebutan yang pantas terhadap Buni Yani. Pasalnya, bekas wartawan ini mengunggah video pidato Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu dengan membubuhi transkrip yang tidak utuh alias palsu. Dalam transkrip tersebut, Buni menghilangkan kata penting dan substansial terkait pernyataan Ahok yang dapat mengubah makna, yaki kata “pakai” pada pernyataan Ahok “Dibohongi pakai Al Maidah 51”.

Namun, alangkah bejatnya, Buni malah mengedit pembicaraan itu menjadi “Dibohongi Al Maidah 51” melalui postingan Facebook pibadinya. Kata “pakai” dihilangkan”. Akhirnya, maknanya pun berubah. Inilah yang diduga menjadi pemicu kemarahan umat Islam hingga saat ini.

Atas perbuatannya tersebut, Buni Yani ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. Buni melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena dengan sengaja atau tanpa hak menyebarkan informasi menyesatkan.

Kabar tersebut langsung beredar di dunia maya dan menjadi viral.

Netizen pun sontak menyampaikan opini mereka terkait hal tersebut. Bahkan tagar #BuniYani langsung menjadi trending topic nasional.

Nama Buni Yani dicuitkan oleh lebih dari 6000 pengguna Twitter, hanya satu jam berselang setelah penetapannya sebagai tersangka.

Mereka mengunggah seruan suka cita atas keputusan polisi.

Seperti yang disebutkan oleh akun @mitzuo yang menulis, “Buni Yani tersangka….alhamdulillah.” Sementara akun [email protected] mengatakan, “Selamat ya pak Buni Yani ditetapkan sbg tersangka. Saatnya bapak menuai apa yg bapak tabur.”

Di sisi lain, ada juga membela Buni Yani dengen membuat hastag tersendiri.

Adapun Pasal yang dikenakan terhadap Buni, yakni Pasal 28 ayat 2 UU ITE berbunyi, “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)”.

Sedangkan, Pasal 45 ayat 2 UU ITE menjelaskan, “Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) atau ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).”

KOMENTAR