Jaksa Agung Deponering Kasus Novel Baswedan, Pakar Hukum Pidana: JPU Harus Melawan

0

TERASBINTANG.com — Novel Baswedan yang diduga melakukan penganiayaan hingga menyebabkan kematian pada 2014 silam di Bengkulu, sampai sekarang kasusnya masih menggantung.

Beberapa waktu lalu Jaksa Agung HM Prasetyo sempat mengatakan tengah mempertimbangkan deponering atau penghentian kasus Novel.

Pernyataan HM Prasetyo mendapat pertentangan keras dari pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia, Prof Mudzakir. Menurutnya, pemberian deponering lebih bermotif politik ketimbang melakukan penegakan hukum.

“Sayang sekali yang menarik (berkas Novel Baswedan) atas perintah Jaksa Agung dan itu tidak sehat dalam praktek penegakan hukum. Seharunya yang menarik penyidik yang bersangkutan atau jaksa yang bersangkutan tanpa ada perintah dari siapapun kalau ingin memperbaiki dakwaannya,” ungkap Mudzakir kepada Terasbintang.com.

“Penarikan dakwaan yang sudah terdaftar di pengadilan menunjukkan jaksa sebut saja tidak profesional,” lanjutnya.

Mudzakir meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk melawan perintah siapa pun dan harus memastikan kasus Novel Baswedan masuk ke persidangan. Tujuannya agar ada kepastian hukum apakah yang bersangkutan benar bersalah atau tidak.

“JPU harus melawan perintah siapa pun dan dia harus majukan perkara itu di pengadilan supaya diuji di pengadilan. Benar enggak novel yang jadi pimpinan kepolisian memerintahkan berbuat seperti itu yang mengakibatkan orang teraniaya dan mati. Ini harus diuji di sidang pengadilan,” paparnya.

Kejaksaan Agung sempat mengambil alih kasusNovel Baswedan. Namun berkas perkaranya dikembalikan lagi ke Kejaksaan Negeri dan Kejaksaan Tinggi Bengkulu. (wa)

KOMENTAR

loading...