Jaksa: Dakwaan Kami Terhadap Ahok Tidak Prematur

0
loading...

TERASBINTANG.com – Jaksa penuntut umum (JPU) membantah bahwa pasal 156 a yang didakwakan kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok prematur. Menurutnya, penerapatn pasal tersebut sudah sesuai dengan prosedur perundang-undangan No 1/PNPS/1965 tentang penodaan agama.

“Pasal 156 a yang didakwakan terhadap terdakwa bukan prematur,” ujar jaksa Ali Mukartono membacakan tanggapan atas eksepsi penasihat hukum Ahok.

Selain itu, ia juga membahntah bahwa dakwaan yang diterapkan kepada Ahok tidak melanggar HAM. Sebab bersalah tidaknya Ahok ditegaskan jaksa akan diputuskan majelis hakim dalam persidangan.

“Sangat tidak tepat jika penasihat hukum menyatakan pelanggaran HAM penetapan terdakwa sebagai tersangka karena belum ada putusan pengadilan salah tidaknya penetapan terdakwa sebagai tersangka,” ujar jaksa Ali.

Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena menyebut dan mengaitkan surat Al Maidah 51 dengan Pikada DKI. Penyebutan surat Al Maidah 51 saat bertemu warga di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

loading...