Jenderal Tito Tegaskan Apapun Resikonya Pendirian Khilafah Tak Boleh Terjadi

0
loading...

TERASBINTANG.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyoroti adanya organisasi kemasyarakatan (ormas) yang mengusung ideologi khilafah. Dia menegaskan, ideologi khilafah tidak bisa diterapkan di Indonesia.

Jika ideologi tersebut dipaksa untuk diterapkan di Indonesia, kata Tito, maka akan terjadi gejolak di sejumlah daerah di Indonesia yang dapat memecah belah kesatuan Republik Indonesia.

“Tadi pagi saya kumpulkan, video conference dengan seluruh Kapolda, Kapolres. Kalau ideologi khilafah ini didirikan, maka gejolak akan terjadi di Papua, gejolak akan terjadi di Bali, gejolak akan terjadi di NTT, gejolak terjadi di Sulawesi Utara. Kalau terjadi gejolak, terjadi pemisahan, NKRI tumbang,” kata Tito yang disambut dengan teriakan ‘bubarkan ormas pengusung khilafah’ oleh hadirin yang hadir dalam sebuah pidatonya yang tersebar di Yuotube belum lama ini.

Sebab itu, kata Tito, pendirian khilafah di Indonesia tidak boleh terjadi apapun resikonya. Dia mengatakan sudah memerintahkan seluruh jajarannya untuk mencegah adanya gerakan-gerakan yang ingin mengganti Pancasila dengan khilafah.

“Apapun resikonya (khilafah) tak boleh terjadi. Dan saya sudah perintahkan semua jajaran Polri tadi pagi, bila ada gerakan-gerakan demikian, bendung. Dan kemudian bergandengan tangan dengan terutama salah satu pendiri negara, NU adalah kawan kita yang terbaik,” ujarnya.

Dia menyebut akan tetap bersama-sama NU menghadapi kelompok-kelompok yang menginginkan khilafah. “NU adalah kawan yang paling setia. Kita akan tetap bersama-sama menghadapi mereka (kelompok pengusung khilafah). Itu perintah saya kepada seluruh jajaran pagi tadi,” pungkasnya.

loading...