Jika Tak Terima Dijadikan Tersangka, Polda Jabar Persilakan Rizieq Ajukan Praperadilan

0
loading...

TERASBINTANTANG.com – Polda Jawa Barat mempersilakan Imam Besar FPI, Rizieq Syihab untuk mengajukan praperadilan jika tidak terima dengan penetapan tersangka terhadap dirinya dalam kasus dugaan penistaan Pancasila dan pencemaran nama baik yang dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri. Polda Jabar siap meladeni Rizieq dalam proses praperadilan.

“Silakan saja, itu mekanisme hukum. Kalau memang keberatan kemudian mengajukan praperadilan silakan, kita terima, kita siap,” kata Yusri Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus, Selasa (31/1/2017).

Penetapan status tersangka terhadap Rizieq, sudah sesuai dengan prosedur. Rizieq Shihab disangkakan pasal 154a dan 320 KUHPidana dengan ancaman hukuman paling berat 4 tahun penjara. “Sudah terpenuhi juga unsur-unsur yang kita ramu di pasal 154a dan 320. Secepatnya kita kumpulkan lagi bukti-bukti kalau memang diperlukan tim penyidik,” ujarnya.

Yusri menjelaskan, penetapan tersangka Rizieq dikuatkan oleh keterangan dari 3 saksi tambahan. Pada gelar perkara minggu lalu, jumlah saksi hanya 15.

“Total semua 18 saksi. Kita ada saksi ahli dari saksi ahli bahasa, saksi ahli sejarah, saksi ahli filsafat, dan saksi ahli pidana yang menguatkan unsur-unsur yang masuk dalam hal penistaan lambang negara,” tuturnya.

Selain itu, Yusri memastikan bahwa video ceramah Rizieq di Lapangan Gasibu Bandung yang dijadikan alat bukti adalah asli.

Dalam proses pemeriksaan, Rizieq Shihab mengatakan bahwa orang dalam rekaman tersebut bukan dirinya. Selain itu, dia juga menuding rekaman tersebut sudah dimanipulasi.

“Ada bukti-bukt dokumen lain termasuk film yang dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri berdasarkan pemeriksaan laboratorium forensik dinyatakan asli bukan editan sesuai apa yang disampaikan terperiksa (Rizieq Shihab) pada saat itu,” tuturnya.

loading...