Jokowi Tetap Ngotot Merdekakan Palestina, Israel Merengek-rengek Minta Dikasihani RI

0

TERASBINTANG.com – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu telah meminta Pemerintah Indonesia agar membuka hubungan resmi dengan Israel. Menurut PM Israel itu, kedua negara memiliki banyak peluang kerjasama. Namun demikian, menurut Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Indonesia berpegang teguh pada prinsip yang ada di dalam konstitusi  dan juga founding fathers, bahwa Indonesia akan lebih mengutamakan untuk kemerdekaan Palestina.

“Kalau kemerdekaan itu bisa dilakukan, artinya tuntutan kita dipenuhi, maka Indonesia tentunya juga dengan terbuka memikirkan,” kata Seskab Pramono Anung kepada wartawan, di lobi Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Selasa (29/11) siang.

Seskab menegaskan, kalau kemerdekaan Palestina itu bisa dilakukan, maka Indonesia tentunya juga terbuka memikirkan hubungan resmi dengan Israel. Ia menyebutkan memikirkan, bukan menyetujui, karena bagaimanapun Indonesia tidak mau terjebak dalam persoalan itu.

“Yang paling penting adalah spirit untuk memerdekakan Palestina sekarang ini menajdi prioritas Indonesia,” jelas Seskab.

Banyak Peluang

Keinginan Israel untuk menjalin hubungan resmi dengan Indonesia disampaikan oleh PM Benjamin Netanyahu saat menerima kunjungan sejumlah wartawan Indonesia, ke negaranya Senin (28/3) kemarin.

“Sudah waktunya untuk menjadi hubungan resmi antara Indonesia dan Israel. Kami memiliki banyak peluang kerjasama bilateral, khususnya di bidang teknologi air dan teknologi tinggi,” kata Netanyahu seperti dilaporkan Times of Israel, Selasa (29/3).

Netanyahu menyebutkan, separuh negera Israel adalah gurun pasir. Hujan pun tak banyak di sini. Namun Israel tak kekurangan air, bahkan punya pasokan berlebih bagi negara tetangganya. “Semua butuh air, begitu pula Indonesia. Kita bisa kerja sama di sana,” ujarnya.

Netanyahu juga menyebut sama-sama berkepentingan memerangi teror sebagai alasan perlunya dibuka hubungan resmi Indonesia – Israel. “ Sudah waktunya untuk mengubah hubungan kami, karena alasan mencegah tidak lagi relevan,” kata Netanyahu mengacu pada upaya mencegah aksi terorisme.

Menurut PM Benjamin Netanyahu, Yerusalem dan Jakarta adalah “sekutu” dalam melawan ancaman terorisme. (fk)

KOMENTAR

loading...