Jonru Panik Tak Kepalang Setelah Dilaporkan ke Polisi Gara-gara Fitnah Fotografer Istana

0
loading...

TERASBINTANG.com – Junru, sapaan akrab Jonriah Ukur Ginting, tak henti-hentonya menebarkan fitnah dan provokasi di media sosial. Kali ini, fotografer Istana, Agus Suparto, jadi sasaran fitnahnya. Ia pun harus menanggung akibat dari kecerobohannya itu. karena Agus rupanya langsung menyeret Jonru ke polisi.

Sejauh ini, fitnah keji dan mungkar ala Jonru, khususnya terkait dengan Preisden Joko Widodo, memang telah banyak meresahkan peselancar dunia maya. Namun, tetap saja ia selalu lolos dari jeratan hukum.

Jika Ia merasa melakukan kesalahan, Ia pasti akan menghapus postingannya dan dengan mudahnya mengucapkan maaf serta menganggap bahwa masalah telah selesai.

Kali ini, Jonru terkait masalah postingannya yang menyebut bahwa foto Presiden Jokowi di Raja Ampat dari fotografer Istana Kepresidenan Agus Suparto adalah editan.

Menanggapi hal itu ternyata Agus berencana untuk melaporkan Jonru ke Polisi. Jonru pun tak tinggal diam dan mengatakan pernyataan berikut ini:

Jonru
Soal komentar Agus Suparto yang hendak menuntut saya, berikut saya jelaskan:

1. Pada status tersebut, saya tidak menuduh siapapun. Saya hanya bertanya, apakah foto ini asli atau editan.

2. Saya bahkan sudah berjanji di status tersebut, bahwa jika saya keliru, maka postingnya akan saya hapus segera, dan ini sudah saya lakukan.

3. ANDAI foto tersebut editan, maka pelakunya bisa siapa saja. Tidak harus fotografernya. Jadi tidak ada bukti dan tidak ada alasan logis bahwa saya menuduh fotografernya sebagai pelaku.

Dari segi teknis fotografi, SI PEMOTRET pasti selalu menghasilkan foto yang asli. Ketika sebuah foto diedit, maka pelakunya bisa siapa saja. Bahkan bisa saja pelakunya adalah orang yang tidak kenal dengan si fotografernya.

Ini adalah logika umum yang tentu bisa dipahami oleh siapa saja. Dari logika ini, maka tidak ada bukti bahwa saya menuduh fotografernya.

4. Lagipula saya sudah meminta maaf dan menghapus posting yang keliru tersebut. Bahkan permintaan maaf saya sudah diberitakan di beberapa media.

5. Saya tidak menyebut nama siapapun sebagai pelaku pada status tersebut. Jadi tidak ada nama atau orang yang dipermalukan, dst.

Maaf, saya bukan bermaksud ngotot atau membela diri, karena itu bukan karakter saya.

Teman-teman mungkin masih ingat, ketika dulu saya mengcopas tulisan yang isinya menuduh HS sebagai admin Islamtoleran, saya langsung minta maaf, karena saat itu memang saya yang salah kepada beliau.

Untuk kasus foto Jokowi ini, ceritanya beda. Sebab sama sekali tidak ada bukti bahwa saya menuduh fotografernya.

Namun demikian, jika mas Agus Suparto merasa dituduh oleh saya, merasa tidak nyaman oleh status saya, maka saya meminta maaf sebesar-besarnya.

Dan saya bukan tipe orang yang suka bersembunyi. Jika mas Agus Suparto hendak mempolisikan saya, dipersilahkan. Insya Allah saya siap mengikuti proses persidangan dst.

Terima kasih banyak, salam sukses selalu!

loading...