Kalahkan Ahok, Pengamat Sarankan Partai Usung Yusril

0

TERASBINTANG.com – Hingga kini partai politik belum juga memastikan siapa calon yang akan diusung pada Pilkada DKI 2017 mendatang. Namun demikian, geliat partai dalam menjaring nama-nama bakal calon sepertinya sudah bisa ditebak.

Pengamat Politik Lembaga Kajian Islam dan Pancasila Yudha Firmansyah mengatakan, jalinan komunikasi antar partai memberi sinyal kuat bagaimana sikap partai di DKI. Ia memperkirakan, setidaknya, ada tiga kemungkinan sikap, di luar partai Nasdem dan Hanura yang sudah lebih dulu mendukung Basuki Tjahaja Purnama.

“Pertama, PDIP sepertinya usung kader sendiri, Tri Risma dengan Djarot. PPP atau PKB bisa saja ikut gabung,” katanya, Sabtu (7/5).

Kemungkinan kedua, lanjutnya, Gerindra dan PKS berkoalisi mengusung Sandiaga Uno yang dipasangkan dengan Muhammad Idrus. Gerindra yang mengantongi 15 kursi dan PKS 11 kursi selama ini dinilai punya hubungan sangat dekat.

“Memang di Gerindra masih ada tiga nama. Sandiaga Uno, Syafri dan Yusril. Cuma saya kira kecenderungannya milih kader sendiri, Sandiaga,” tegasnya.

Sedangkan kemungkinan ketiga, kata Yudha, partai Demokrat, Golkar, PAN ditambah PKB atau PPP bisa bangun poros koalisi tersendiri mengusung salah satu calon.

“Nah, koalisi ketiga ini akan jadi poros alternatif di luar PDIP dan koalisi yang dibangun Gerindra,” urainya.

Mengenai siapa calon yang bakal ditandu oleh poros ketiga itu, Yudha menyarankan agar mengusung nama Yusril Ihza Mahendra. Menurutnya, dari semua nama-nama calon yang muncul sejauh ini, hanya Yusril yang berpotensi menyaingi elektabilitas Ahok.

“Saya pikir harus realistis ya. Dari semua survei, Yusril paling kuat, elektabilitasnya di atas Risma dan Sandiaga,” imbuhnya.

Namun begitu, Yudha menggarisbawahi, jika tiga kemungkinan itu benar-benar terjadi, sebenarnya yang dirugikan adalah partai. Pasalnya, di Pilkada DKI nanti lawan partai adalah petahana yang maju lewat jalur independen.

“Jangan lupa, dukungan ke Ahok itu solid di angka 30 sampai 40 persen lho. Kalau kemudian muncul tiga calon dari partai, ya wassalam,” tandasnya.

Karena itu, mestinya kalau semangat partai ingin kalahkan Ahok, maka sejak awal hendaknya mengusung satu nama paling potensial. “Rumusnya harus head to head. Itu aja,” pungkasnya. (SUM)

KOMENTAR

loading...