Kaliber Anggota Dewan Sangat Tidak Pantas Asal Tuduh Soal Bom Bekasi

0

TERASBINTANG.com – Polri mengundang politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio. Pemanggilan ini terkait dengan kabar yang menyebut bahwa penangkapan teroris Bekasi adalah bagian dari pengalihan isu.

Eko diduga melanggar Undang-undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait pernyataannya bahwa rencana bom Istana sebagai pengalihan isu kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Iya hari ini diperiksa Pidum Bareskrim Polri,” kata Karo Penmas Mabes Polri, Kombes Rikwanto di Jakarta, Kamis (15/12).

Pengamat politik Indonesia Democracy Network (IDN) Amir Wata menilai, tuduhan pengalihan isu, siapapun penyampainya, sangat tidak etis dan kontra produktif dengan upaya Indonesia memberantas aksi terorisme.

“Kita tahu bahwa Indonesia sedang berhadapan dengan ekspansi terorisme yang luar biasa massif ya, terutama sejak kemunculan ISIS yang sudah mulai masuk di Asia. Artinya, kata Amir, kita butuh penguatan Polri dalam kerja-kerja kontra terorisme. Kalau kemudian dihadang dengan tuduhan miring seperti ini kan jadi kontra produktif,” kata Amir saat berbincang dengan terasbintang.com.

Siapapun sumber yang mengatakan  pengalihan isu, menurut Amir, sangatlah tidak pantas. “Apalagi bila itu benar ya Mas Eko bilang begitu. Kita tidak tahu lah. Intinya, siapapun yang ngomong seperti itu sangatlah tidak pantas. Apalagi anggota dewan. Sangat tidak etis,” katanya.

Menurutnya, langkah Polri menindak tegas pelaku teror sudah tepat. Artinya, Polri sudah menyelamatkan bangsa ini dari ancaman teror.

“Polri sudah berhasil menyelamatkan bangsa Indonesia dari ancaman teror, kok bisa-bisanya dituduh macam-macam,” katanya.

 

loading...