Kamikatsu, Kota yang Gak Punya Sampah

0

TERASBINTANG.com — Kalau di kebanyakan daerah lain seperti di Indonesia, tempat sampah biasanya hanya ditandai dengan organik – non organik atau basah – kering. Di Kamikatsu, sampah dipisahkan menjadi 34 kategori. Jangan dikira pemisahan ini dilakukan petugas daur ulang, tapi warga sendiri!

Sampah kertas dipisahkan menjadi: koran, majalah, karton dan selebaran. Sementara sampah kaleng kembali dibagi menjadi beberapa bagian seperti alumunium, botol semprotan, dan baja. Bahkan untuk botol plastik, botol dan tutupnya dipisahkan dan dimasukkan ke wadah yang berbeda. Niat banget, kan !

Di kota kecil ini nggak ada truk sampah. Lalu siapa yang membawa sampahnya ke tempat daur ulang? Ya warganya sendiri. Bahkan nggak cuma untuk urusan mengangkut, warga harus mencuci, dan memilah-milah sampahnya sendiri.

Pekerja di tempat daur ulang kemudian memeriksa lagi sampah-sampah yang sudah dipisah-pisahkan itu untuk memastikan bahwa pemisahannya sudah benar. Memang butuh waktu untuk terbiasa, tapi dengan niat setiap warga untuk tinggal di kota yang bersih, mereka bisa juga melakukannya. Hal ini karena mereka sadar, punya kota yang bersih itu tanggung jawab setiap orang yang tinggal di sana.

Bukan cuma Kamikatsu, wilayah lain juga sudah mempraktikan daur ulang ini. Sektor bisnis diwajibkan untuk melakukan daur ulang. Hebatnya lagi, negara ini punya sistem pemilahan sampah yang begitu terperinci. Di Yokohama saja, masyarakat diberikan buku panduan setebal 27 halaman yang berisi tentang bagaimana caranya memilah-milah lebih dari 500 sisa sampah.

Warga Kamikatsu sendiri mengatakan bahwa jika sudah terbiasa, melakukan pemilahan sendiri seperti ini adalah hal yang wajar dan normal. Mereka bahkan sudah tidak terlalu memikirkan hal seperti ini dan memilah-milah sampah dengan benar sudah menjadi hal sehari-hari yang biasa saja.

Komitmen mereka untuk menjaga alam dan tinggal di lingkungan yang bersih patut diacungi jempol. Tapi kalau di Indonesia diberlakukan seperti ini, mungkin reaksi pertama yang muncul adalah “aduh ribet!”, “lalu pasukan kuning buat apa!”, “banyak kerjaan, nggak ada waktu buat milah sampah”, “ini kan tugas pemerintah” dan seterusnya. Tapi mungkin juga orang-orang yang benar-benar peduli dengan lingkungan akan mendukung.

 

Sumber:  Kaskus

KOMENTAR

loading...