Kantor DPC Partai Demokrat Madiun Disita KPK

0
loading...

TERASBINTANG.com kepala Biro Humas Komisi Pemberantas Korupsi Febri Diansyah memberikan keterangan di kantor KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (2/3/2017). “setidaknya ada lokasi tanah dan bangunan”. Aset itu disita dari Wali Kota Madiun nonaktif Bambang Irianto. Aset yang disita terindikasi sebagai tindak pidana pencucian uang.

Berikut ini adalah aset-aset yang disita terkait tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh pengurus partai demokrat itu:
1. Ruko di Suncity Festival Madiun Blok C-22.
2. Tanah di Jalan Sikatan no 6 Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Madiun, dengan luas 4.002 m².
3. Tanah di Jalan Ponorogo no 100, Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman Kota, Madiun, dengan luas 989 m².
4. Tanah di Jalan Jenderal Ahmad Yani no 73, Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Mangunharjo, Madiun, dengan luas 479 m².
5. Tanah di Jalan Tanjung Raya, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman Kota, Madiun, dengan luas 493 m².
6. Tanah di Jalan Hayam Wuruk, Mangunharjo, Madiun, dengan luas 5.278 m²
7. Tanah berupa sawah di Desa Tinggar, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, dengan luas 6.350 m².
8. Rumah milik Bambang Irianto di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

Juru Bicara KPK tersebut membenarkan bahwa salah satu aset yang disita merupakan Kantor DPC Partai berlambang bintang mercy tersebut. Febri berujar “Salah satunya memang untuk kantor (DPC Partai Demokrat), tapi penyidik melakukan penyitaan tanah dan bangunan tersebut karena perolehannya diduga berasal dari tipikor. Bahwa ada hubungan hukum dengan pihak lain yang menyewa bangunan itu di luar ranah KPK”

Dari delapan aset yang berhasil disita, KPK juga menyita uang dari 6 rekening bank dengan total kurang lebih Rp 7,4 miliar. Rinciannya yaitu Rp 6,3 miliar dalam bentuk tabungan dan deposito serta USD 84.461 atau sekitar 1,1 miliar.

loading...