Kapolda Jabar: Sudah 99%, Tinggal 1% Lagi Rizieq Tersangka!

0
loading...

TERASBINTANG.com – Hingga kini tercatat, sebanyak dua kali gelar perkara dilakukan tim penyidik Polda Jawa Barat dalam kasus dugaan penghinaan lambang dan dasar negara Pancasila yang melibatkan Rizieq Shihab sebagai terlapor. Namun, pihak berwenang belum memutuskan penetapan tersangka terhadap pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu.

Pada pekan depan, tim penyidik berencana kembali melakukan gelar perkara untuk menetapkan status tersangka pada kasus ini. Dari dua gelar perkara sebelumnya dengan menghadirkan empat alat bukti ditambah hasil pendalaman penyidikan kasus terkini, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan mengungkapkan, potensi terlapor menjadi tersangka sangat besar.

“Kemungkinan besar akan menjadi tersangka. Sekarang sudah 99 persen, tinggal 1 persen lagi. Karena kami tidak ingin menetapkan seseorang sebagai tersangka hanya berdasarkan subyektivitas. Tapi, berdasarkan bukti-bukti hukum yang otentik, baik materil maupun formil,” kata Anton di Gedung PTIK, Jakarta, Rabu (25/1/2017).

Adapun penetapan tersangka kasus tersebut, kata Anton, dilakukan secepat mungkin. Penyidik saat ini tinggal mencari keterkaitan bukti satu dengan bukti yang lain yang lebih kuat, dan juga penyidik masih memerlukan pendalaman untuk mengkonstruksikan fakta hukum peristiwa pidana tersebut.

Karena hal tersebut untuk menguatkan pembuktian jaksa di pengadilan. Ini dilakukan mengingat masih ada perbedaan pendapat dari tim penyidik perihal konstruksi fakta hukum peristiwa pidana pada gelar perkara sebelumnya.

Rizieq Shihab sendiri saat pemeriksan sebelumnya masih terus mengelak perihal ucapan penghinaan Pancasilan yang disampaikannya saat ceramah di depan Gedung Sate, Bandung, Jabar, enam tahun lalu.  Kasus dugaan penghinaan lambang dan dasar negara, Pancasila, dengan terlapor Rizieq Shihab ini dilakukan Sukmawati Soekarnoputri.

Diketahui, Rizieq dilaporkan telah melanggar Pasal 154a KUHP tentang penodaan terhadap lambang negara dan Pasal 320 KUHP. Menurut Sukmawati, dari rekaman video diketahui Habib Rizieq yang juga merupakan Imam Besar FPI itu menyatakan ‘Pancasila Sukarno Ketuhanan ada di Pantat, sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanan ada di Kepala’.

loading...