Kapolri Kembali Jadi Sasaran Fitnah dan Hoax, IDN Dorong Pelaku Ditangkap

0
loading...

TERASBINTANG.com – Dalam tiga tahun belakangan ini, isu hoax menjadi trend baru di dunia politik. Sejak kasus majalah Obor Rakyat yang pada kampanye Pilpres 2014 lalu menjadi corong penyebaran hoax, tampaknya hingga saat ini, isu nakal seperti ini tak kunjung berhenti. Hoax dan fitnah sudah seperti pemandangan biasa yang berseliweran di depan mata.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian kembali menjadi korban kebejatan tingkah polah netizien. Isu hoax ini beredar dalam bentuk percakapan Kapolri dengan sosok invisible hand yang seolah-olah meminta Kapolri melakukan sesuatu untuk menghentikan aksi 505 yang akan berlangsung pada Jumat 5 Mei 2017 besok.

“Rencana untuk menggagalkan aksi 505 ini apa Pak Tito?” katanya dalam pesan WhatsApp itu. “Tangkap saja Korlapnya H-1 acara,” jawab Kapolri dalam pesan tersebut.

Tentu kita tak perlu susah-susah membuktikan kepalsuan pesan berantai tersebut. Dari cara komunikasinya saja sudah terlihat jelas pesan yang beredar dalam bentuk screenshoot di group-group WA tersebut adalah palsu. Namun demikian, tampaknya propaganda hoax seperti ini, terutama di kalangan penduduk bumi datar dan sumbu pendek, sangat laku keras. Hampir semua group WA, screenshoot seperti ini muncul.

Pengamat politik dari Indonesia Democracy Network (IDN) Firmansyah menilai, propaganda hoax yang muncul H-2 gelaran demo 505 adalah bagian dari upaya kelompok anti pemerintah untuk mendelegitimasi kerja-kerja Kepolisian yang selama ini sukses menangkal gelombang kebangkitan gerakan radikalisme agama dan intoleransi di Indonesia.

“Ini kan sebetulnya dilakukan untuk membangun citra negatif kepolisian. Apalagi mereka sudah mau aksi. Jelas mereka ingin sekali mendelegitimasi aparat Kepolsian,” katanya melalui pesan singkat kepada terasbintang.com, Rabu (3/5) malam.

Ia berharap, Keposian harus lebih sigap menelusuri munculnya fitnah dan hoax yang sengaja mereka sebarkan di media sosial untuk ditinda dan dihukum. Kalau tidak, kata Firman, penyebaran hoax akan semakin masif dan akan mengancam persatuan dan kesatuan. “Bahaya kalau penyebaran hoax seperti ini dibiarkan. Harus segera ditangkap pelakunya. Apalagi yang jadi sasaran ini kan Kapolri,” pungkasnya.

loading...