Kapolri Siap Beberkan Fakta dan Data Bahwa HTI Laik Dibubarkan

0
loading...

TERASBINTANG.com – Pemerintah secara resmi sudah memutuskan untuk membubarkan ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Hal ini lantaran HTI dianggap bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Kapolri Jenderal Tito Karnavian pun siap membeberkan fakta dan data terkait pembubaran HTI yang mengusung ideologi khilafah itu.

“Ini faktanya baik melalui pernyataan-pernyataan, kegiatan lapangan yang sudah kita dapatkan. Polri akan berikan masukan,” kata Tito di RS Polri Soekamto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (8/4/2017).

Dijelaskan Tito, data dan fakta yang dipegang pihak kepolisian berasal dari aduan masyarakat. Polri juga mendengar masukan masyarakat yang menolak kehadiran HTI.

“Terutama prinsip yang bertentangan dengan prinsip Pancasila dan UUD 45. Seperti masalah sistem khilafah dan lain-lain,” beber bekas Kepala BNPT itu.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini menegaskan, langkah selanjutnya berada di bawah kewenangan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Hukum dan HAM. Dua kementerian tersebut bakal berkomunikasi dengan jajaran Kejaksaan. “Kejaksaan lah yang akan lakukan gugatan ke pengadilan,” ucap dia.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah melalui Menko Polhukam Wiranto secara resmi mengumumkan pembubaran HTI. Aktifitas yang dilakukan oleh HTI dianggap secara nyata telah menimbulkan benturan di masyarakat yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat, serta membahayakan NKRI.

“Mencermati berbagai pertimbangan di atas, serta menyerap aspirasi masyarakat, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah hukum secara tegas untuk membubarkan  HTI,” kata Wiranto dalam keterangan persnya di Kemenko Polhukam, Senin (8/5/2017).

loading...