Kasus Ahok Jadi Referensi Polri Usut Laporan Kasus Peserta Pilkada Lainnya

0
loading...

TERASBINTANG.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menginstruksikan agar semua laporan kasus peserta pilkada diusut. Tito mengakui hal tersebut bertentangan dengan peraturan Kapolri sebelumnya, Jenderal Badrodin Haiti yang menyatakan pengusutan kasus terhadap peserta pilkada harus menunggu sampai proses pilkada selesai.

Namun, kasus calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi referensi bagi Polri untuk mengusut kasus-kasus lain yang menyeret peserta pilkada.

“Kalau ini digulirkan, akan membawa konsekuensi. Siapa pun yang dilaporkan, semua dilaporkan sama, harus diproses,” tegas Tito, Rabu (25/1/2017).

Menurut Tito, kasus Ahok menjadi preseden untuk menindaklanjuti laporan tanpa harus menunggu pilkada selesai. Hal ini agar semua sama di mata hukum.

“Jangan dihentikan prosesnya karena referensinya kasus Ahok yang diajukan pada saat tahapan pilkada. Yang otomatis membawa konsekuensi hukum asaa equality before the law, semua sama di muka hukum, tidak ada bedanya,” ujarnya.

Perkap yang dikeluarkan oleh Badrodin Haiti itu sebenarnya untuk menghindari adanya politisasi dan kesan kriminalisasi dengan memanfaatkan penegak hukum. Namun karena adanya desakan massa yang sangat kuat dalam kasus Ahok, maka laporan tersebut diproses.

“Jadi kalau ada laporan terhadap paslon lainnya, termasuk di Jakarta, ya kita proses. Itu konsekuensinya, tidak ada penundaan,” ujar mantan Kapolda Metro Jaya ini.

loading...