Kasus Al Maidah Hanya Menyentuh Swing Voter

0

TERASBINTANG.com – Kasus Al Maidah 51 yang menyeret Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok benar-benar telah menjadi yang paling menyita perhatian masyarakat ibu kota, bahkan Indonesia secara umum. Bahkan bisa jadi, kasus tersebut dijadikan komuditas politik oleh lawan untuk mempengaruhi pilhan warga. Tapi benarkah isu Al Maidah punya pengaruh signifikan?

Pengamat politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes berpendapat, yang kena isu Al Maidah cuma kalangan pemilih yang belum menentukan pilihan (Swing Voters).

Sedangkan warga yang sudah menjatuhkan pilihan kepada Basuki tak terpengaruh sedikitpun. “Yang terpengaruh oleh (kasus) Al-Maidah hanya pemilih yang belum menentukan pilihan. Mereka akan mempertimbangkan pilihan. Swing voter itu sekitar 25%,” terangnya dalam diskusi bertajuk Pilkada DKI Jakarta dan Eksploitasi Isu SARA, di Jakarta, Kamis 10 November 2016.

Ia mengakui pascakasus Al-Maidah, pasangan Ahok-Djarot cukup berat meningkatkan elektabilitas. “Itu karena mereka harus kembali mengambil hati swing voter. Apalagi, mesin partai pendukung belum begitu solid,” paparnya.

Sementara itu, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei mengenai elektabilitas tiga pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta. Bila pilgub DKI dilakukan bulan ini, November 2016, pasangan Ahok-Djarot unggul dengan meraih 24,6% suara.

“Jika pilgub DKI dilaksanakan saat survei dilakukan, November 2016, ketiga kandidat bersaing ketat. Namun, Ahok-Djarot tetap teratas,” kata peneliti LSI Adjie Alfaraby, Kamis 10 November 2016.

Selanjutnya, kata dia, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni mendapat dukungan 20,9% suara dan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno 20% suara. “Mereka yang menyatakan rahasia, tidak menjawab, dan belum memutuskan sebesar 34,5%,” terangnya.

Survei itu dilakukan pada 31 Oktober hingga 5 November 2016 di Jakarta dengan metode tatap muka terhadap 440 responden. Responden dipilih menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error plus-minus 4,8%. “Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI,” cetus Adjie.

KOMENTAR