Kasus e-KTP Bukti Rakusnya Pejabat

0
loading...

TERASBINTANG.com – Sejumlah nama mulai dari politisi, pengusaha hingga pejabat pemerintah terseret ke dalam pusarana mega korupsi proyek e-KTP. Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI) La Ode Ida meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Kasus yang merugikan negara triliunan rupiah itu tidak bisa didiamkan begitu saja.

“Sungguh ngeri kasus korupsi e-KTP ini. Sangat nyata konspirasi jahat berjamaah dari dua elemen pengambil kebijakan yakni oknum-oknum pejabat pemerintah dan politisi di parlemen, ditambah dengan pebisnis,” ujar Ida, Sabtu (11/3/2017).

Mantan wakil ketua DPD itu juga kaget ketika melihat porsi uang yang dikorupsi dari peoyek e-KTP. Sebab dari nilai proyek Rp 5,9 triiliun, duit yang dikorupsi mencapai Rp 2,3 trilin atau 49 persen dari dana proyek.

Menurut Ida, jika nantinya terbukti angka korupsinya sebesar itu, maka hal itu semakin menunjukkan betapa rakusnya para anggota DPR dan pejabat pemerintah.

Terlebih, sebagian dari nama-nama itu ternyata masih jadi pejabat penting dan merupakan bagian dari penentu kebijakan strategis. Karenanya, Ida mewanti-wanti ke KPK agar membasmi pelaku korupsi.

“KPK harus menghukum mereka seberat beratnya, jika perlu hukuman mati, utamanya yang berposisi sebagai master mind dari proses persetujuan anggaran proyek itu,” kaanya.

Selain itu, lanjut, partai politik harus tegas terhadap kadernya yang terlibat dalam kasus korupsi, dengan cara mememcatnya baik dari struktur kepengurusan ataupun keanggotaan.

loading...