Kasus e-KTP Dinilai Akan Menggerus Elektabilitas Parpol yang Terlibat

0
loading...

TERASBINTANG.com – Pengamat politik Indo Barometer M Qodari menilai kasus dugaan korupsi yang menyeret sejumlah politisi akan menggerus elektabilitas parpol yang kadernya terlibat dalam kasus tersebut pada Pemilu 2019 mendatang.

“Bagaimana kasus e-KTP berpengaruh terhadap pemilu ke depan. Kalau benar sampai dua tahun ke depan, maka bom ini akan meledak pada 2019,” ujar pengamat politik Indo Barometer M Qodari di Cikini, Jakarta, Sabtu (18/3/2017).

Tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik, menurut Qodari, bisa jadi menurun secara signifikan. Apalagi, pada 2019 dilakukan pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden secara bersamaan.

Penurunan elektablitas parpol akibat kasus e-KTP itu akan dialami secara signifikan oleh partai politik berbasis agama atau partai politik yang selama ini dianggap cukup bersih oleh masyarakat.

“Penilaian publik tergantung partainya juga. Ada kavling partai bersih dan partai yang sudah biasa kotor,” kata Qodari.

Banyak nama yang disebut dalam surat dakwaan kasus korupsi e-KTP. Puluhan anggota Komisi II DPR periode 2009-2014 disebut menerima fee dari uang yang dianggarkan dalam proyek e-KTP.

Tidak hanya secara perorangan, uang korupsi dalam kasus e-KTP juga disebut mengalir pada sejumlah partai politik.

loading...