Kata-kata Ahok Dipelintir Jadi Menghina Nabi, Dagelan Apalagi ?

0

TERASBINTANG.com — Isu dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lewat sebuah pernyataannya di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, lambat laun mulai menemui titik-terang.

Peneliti bahasa dari Badan Bahasa Kemendikbud Yeyen Maryani mengatakan tidak adanya penistaan agama sesuai redaksi bahasa yang diucapkan Ahok.

“Jadi dibohongi itu kann kalimat pasif. Sebetulnya ada subjeknya yang dihilangkan. Di dalam konteks sebelumnya itu adalah bapak ibu gitu ya. Bapak ibu dibohongin itu sebagai predikatnya, pakai surat itu adalah keterangan,” kata Yeyen Maryani.

“Dalam konteks itu berarti yang dimaksudkan dibohongin dengan menggunakan. Jadi ayat itu dipakai sebagai alat membohongi bapak ibu yang di dalam konteks sebelumnya itu,” kata Yeyen.

Beberapa pihak sepertinya masih ada yang melakukan provokasi untuk kepentingan sempit. Di aku Facebook beredar foto tulisan mengait-kaitkan redaksi kalimat “Dibohongin pakai Almaidah :51” dengan melakukan penghinaan kepada Nabi.

Diduga isu ini dipelintir untuk membangkitkan kembali kemarahan umat Islam kepada Ahok yang sekarang mulai tenang. Kemungkinan target utamanya untuk memecah belah bangsa Indonesia.

Mari kita semua berhati-hati !

KOMENTAR

loading...