Kaum Terpelajar Cuek, Ahmed Rasyid: Saya Khawatir Kita Telat Hentikan Arus “Talibanisasi” di Negeri Ini

0
loading...

TERASBINTANG.com – Masih ingat Ahmed Rasyid? Ya, nama ini cukup terkenal berkat bukunya yang fenomenal: Taliban. Buku ini ditulis secara khusus mengenai bagaimana Taliban menjadi sebuah gerakan teror besar yang menakutkan bagi dunia. Penggunaan terminologi Islam atau syariah Islam untuk melanggengkan kepentingan kuasanya telah membuat banyak sekali umat Islam tersihir dan ikut menyokong kebesaran Taliban.

Taliban sendiri adalah gerakan nasionalis Islam Sunni pendukung Pashtun yang secara efektif menguasai hampir seluruh wilayah Afganistan sejak 1996 sampai 2001. Kebesarannya tak lepas dari dukungan Amerika Serikat dan Pakistan.

Namun, dalam buku “Taliban” karya Ahmed Rasyid mengungkap fatwa mengejutkan bahwa kebesaran kelompok teroris Taliban tidak lepas dari diamnya kelas menengah pelajar. Dengan kata lain, Talibat besar bukan hanya berkat sokongan AS dan kroni-kroninya, tetapi juga berkat kaum terpelajar atau kelas menengah yang memilih untuk “diam”.

“Ketika kelompok teror ini menang, yang dihabisi pertama kali itu adalah kau terpelajar yang diam tadi. sebab, Taliban menganggap kelas menengah ini sangat potensial menjadi musuh,” tulis Ahmed dalam bukunya itu.

Sebabnya, kata Ahmed, jika kelas menengah diam melihat kebencian dan kekerasan di sekitar, itu artinya anda sedang membuka jalan bagi kemenangan “Taliban” di negeri ini. “Ditolerir, didiamkan, dianggap remeh, sampai berkuasa.”

Hal ini juga berlaku bagi Indonesia. Di bumi pertiwi, kelompok dengan ideologi yang sama sedang naik daun menapaki jalan itu. “Saya khawatir ita agak terlambat mengehentikan “talibanisasi” di negeri ini. Terlalu lama kita anggap remeh mereka,” pungkasnya.

 

loading...