“KEDAULATAN KEKAYAAN ALAM RAJA AMPAT TERUSIK”

0
loading...

Kepulauan Raja Ampat merupakan salah satu destinasi wisata dunia yang menjadi kebanggan bangsa indonesia. Raja Ampat merupakan rangkaian empat gugusan pulau yang berdekatan dan berlokasi dibarat bagian vogelkoop pulau papua, atau secara administrasi berada dibawah kabupaten Raja Ampat provinsi papua barat. Menurut mitos asal mula nama Raja Ampat berasal dari seorang wanita yang menemukan tujuh buah telur. Empat diantaranya menetas menjadi raja yang berkuasa di Waigeo, Salawati, Missol timur dan missol barat. Sementara tiga telur lagi menjadi hantu, seorang wanita dan sebuah batu.

Perairan kepulauan Raja Ampat merupakan salah satu dari sepuluh spot diving di dunia karena kelengkapan flora dan fauna laut Raja Ampat merupakan nomor satu didunia. Hal ini bukan claim belaka, karena berdasarkan penelitian dari tim ahli conservation internasional, LON dan juga LIPI mencatat bahwa terdapat 450 jenis karang keras di Raja Ampat atau sama denfan 75% toal karang didunia, lebih dari 1.000 spesies ikan karang dan 700 jenis moluska.  Salah satu spot diving yang menjadi daya tarik wisatawan adalah cape kri, blue magic, atau di perairan sekitar pulau arborek yang merupakan habitat ikan pari manta. Saat diving di Raja Ampat kita akan menemui spesies hewan laut unik seperti wobbegong , kuda laut mini, ikan duyung yang legendaris, bahkan ikan hiu. Tidak hanya itu, para wisatawan pada saat diving juga sering ditemani ikan tuna, giant trevely, snappers, dan juga ikan yang cukup berbahaya yaitu barakuda.

Terumbu karang dan populasi spesies hewan laut Raja Ampat merupakan aset Bangsa Indonesia dan memiliki peranan yang sangat penting bagi kelestarian alam dunia. Sehingga banyak sekali lembaga konservasi Indonesia bahkan dunia yang fokus penelitiannya di kepulauan Raja Ampat. Para wisatawan dunia banyak yang berpendapat bahwa Raja Ampat sebagai surga bawah laut dunia. Sedangkan bagi penukis, kalau bandung katanya diciptakan saat Tuhan sedang tersenyum mungkin Raja Ampat diciptakan saat Tuhan sedang bahagia.

Namun pada tanggal 4 maret 2017 bencana datang meluluh lantahkan ekosistem bawah laut Raja Ampat, bencana tersebut disebabkan kandasnya kapal pesiar Caledonia Sky. Kapal pesiar tersebut sebelumnya sedang mengelilingi pulau untuk mengamati keanekaragaman burung di Waigeo dan akan melanjutkan berjalanan ke Bitung pada 12.41 WIT, namun kapal pesiar tersebut ditengah perjalanan kandas diatas pusat keanekaragaman hayati laut Raja Ampat dan telah menghancurkan ekosistem bawah laut Raja Ampat yang begitu indah. Sadar kapalnya kandas, Nahkoda Kapal Caledonia sky yaitu Kapten keith michael taylor berupaya untuk menyelamatkannya agar bias kembali melanjutkan perjalanan.

Usaha kapten kapal yang membawa 102 turis dan 79 orang ABK, untuk menyelamatkan kapalnya memang membuahkan hasil dan kapal pesiar tersebutpun melanjutkan perjalanan ke Bitung. Akan tetapi karena kegiatan tersebut dilakukaan saat laut belum pasang maka menyebabkan kerusakan ekosistem bawah laut yang sangat parah. Berdasarkan hasil kajian conservation international, Pemkab Raja Ampat dan UNP luas ekosistem bawah laut Raja Ampat yang mengalami kerusakan mencapai 13.500 M2. Bukan sekedar luasnya, kerusakan terumbu karang saja yang membuat peristiwa ini begitu memperihatinkan dan menyisahkan duka yang mendalam bagi bangsa indonesia. Akan tetapi karena area yang rusak merupakan zona inti dari kawasan konservasi perairan selat dampier.

Sebelum melanjutkan perjalanan, pihak perusahaan kapal  Caledonian Sky telah membuat berita acara dan bersedia untuk menanggung ganti rugi atas kerusakan terumbu karang di Raja Ampat. Hal ini disampaikan oleh Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Kota Sorong Bapak  Jhonny Rumbu Silalahi. Walaupun perusahaan kapal Caledonian sky telah bersedia untuk bertanggungjawab atas kerusakan terumbu karang bukan berarti semua permasalahan selesai. Karena sekeras apapun usaha kita untuk memperbaiki kondisi terumbu karang yang rusak tersebut tidak akan mampu mengembalikan kondisi dan keindahan terumbu karang seperti semula, karena terumbu karang di Raja Ampat terbentuk secara alamiah sejak lama. Kalaupun mampu diperbaiki maka akan butuh waktu puluhan tahun agar karang-karang yang rusak kembali pulih.

Peristiwa ini tentunya menjadi peringatan keras bagi pemerintah kita agar lebih serius lagi dalam menjaga wilayah perairan Indonesia. Kasus kapal Caledonia sky yang merusak karang di Raja Ampat diakibatkan kurangnya pengawasan, bagaimana bisa kapal sebesar itu melintasi perairan yang berdekatan dengan wilayah konservasi terumbu karang. Bahkan informasi dari beberapa sumber, kapal pesiar tersebut sudah keempat kalinya melintasi perairan Raja Ampat. Bukan tidak mungkin jika peristiwa ini tidak terjadi maka akan lebih banyak lagi kapal-kapal besar yang melintasi perairan Raja Ampat yang pastinya akan memberikan dampak buruk bagi ekosistem bawah laut di Raja Ampat.

Kemudian, dari sisi penegakan hukum pemerintah kita juga masih lemah dan kurang responsive. Hal ini dibuktikan dengan dibiarkannya Kapten Keith Michael Taylor membawa kapal pesiar Caledonia Sky melanjutkan perjalanan setelah berhasil diselamatkan. Padahal berdasarkan UU nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, perusakan kekayaan alam seperti terumbu karang, lahan gambut, dan hutan merupakan tindakan criminal dan ancaman hukumannya adalah denda dan penjara. Hal ini tentunya bisa menjadi dasar bagi pihak terkait untuk menahan kapten keith yang sebelumnya juga pernah melakukan pelanggaran di kuala tanjung dimana dia merapatkan kapal tidak sesuai dengan aturan. Mungkin pembelaan pemerintah adalah dengan mengatakan bahwa pihak perusahan sudah bersedia untuk bertanggungjawab atas kerusakan  terumbu karang yang disebabkan kandasnya kapal pesiar miliknya di Raja Ampat. Akan tetapi sesuai dengan UU No 32 tahun 2009 hukuman bagi yang merusak terumbu karang tidak hanya perdata saja akan tetapi juga pidananya, jadi walaupun pihak perusahaan pemilik kapal caledonia sky sudah menyelesaikan hukuman perdatanya bukan berarti hukuman pidana kapten kapal menjadi gugur.

Selanjutnya, terkait dengan proses ganti rugi yang akan dilakukan oleh perusahaan pemilik kapal Caledonian sky, pemerintah harus mengitung biaya yang dibutuhkan untuk melakukan pemulihan karang yang rusak sampai dengan karang tersebut benar-benar kembali normal. Kemudian, pemerintah juga harus menghitung kerugian karena efek domino yang diakibatkan atas kerusakan karang tersebut. Seperti, menurunnya jumlah wisatawan yang tentunya akan mengurangi devisa dan pendapatan masyarakat sekitar yang menggantungkan nasibnya dari para wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat.

Sehingga demikian kami, akan menturkan tuntutan kami yang adalah

1. Menuntut Pemerintah Kerajaan Inggris dan Republik Indonesia melakukan investigasi mendalam terkait kasus kerusakan kawasan terumbu karang Raja Ampat.

2. Menuntut Pemerintah Indonesia mengajukan arbitrase ke Mahkamah Internasional terkait Kasus di Raja Ampat karena apabila dibiarkan begitu saja dapat menjadi preseden bahwa kedaulatan Indonesia dapat dianggap rendah dikemudian hari.

3. Menuntut Pemerintah Inggris dan Perusahaan yang membawahi Kapal Pesiar Caledonia Sky untuk merehabilitasi terumbu karang yang rusak hingga kembali seperti keadaan semula.

Oleh: Badan Koordinasi Nasional Lembaga Pariwisata & Pecinta Alam Mahasiswa Islam –Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (BAKORNAS LEPPAMI – PB HMI)

TIM PENYUSUSUN:

Sopian Hadi Permana S.Sos (Jebolan Ilmu Politik UIN Jakarta), Ahmad Mahatir Abdal Latief (Mahasiswa Hukum Universitas Trisakti), Agung Prasetyo S.IK (Alumnus Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro)

PENANGGUNG JAWAB:

Ichwan Abdillah (Direktur Eksekutif Bakornas Leppami – PB HMI)

Samri Abdullah (Koordinator Wilayah Papua-Papua Barat)

loading...