Kemacetan Jakarta Makin Parah, Jokowi: Kita Kehilangan Rp 28 Triliun Setiap Tahun

0

TERASBINTANG.com – Kemacetan yang kian parah di Jakarta menjadi sorotan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, parahnya kemacetan di ibu kota itu sangat merugikan bagi perekonomian Indonesia.

Saat ini, kata dia, dengan kemacetan yang tak kunjung teratasi, negara kehilangan Rp 28 triliun setiap tahun. Tak hanya di ibu kota, kata Jokowi, di Bandung kemacetan juga parah. Kalau ditotal kehilangan karena macet di Jakarta dan Bandung bisa mencapai Rp 35 triliun pertahun.

“Kemacetan di Jakarta, kita kehilangan Rp 28 triliun setiap tahun, di Bandung Rp 7 triliun karena macet. (Total) Rp 35 triliun hilang setiap tahun karena macet,” kata Presiden Jokowi dalam acara “Dialog Publik dengan Presiden” dalam Pertemuan Tahunan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (30/3/2016).

Karena itulah, kata Jokowi, dirinya selalu mendorong agar Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) di Jabodetabek dan Bandung Raya segera diselesaikan. Dalam hal ini, Jokowi bahkan pernah menegur Gubrnur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

“Kalau saya nggak urusan dengan teknis, Rp 35 triliun hilang setiap tahun, kalau nggak dibangun ya hilang-hilang terus,” jelasnya.

Jokowi menceritakan betapa dirinya dari dulu sangat optimis dengan pembangunan MRT. Sampai dalam berbagai kesempatan, Jokowi mengaku menyambangi warga yang pesimis saat peresmian ground breaking MRT.

“Saya ingat dulu MRT pas ground breaking di HI saya ngomong ‘Dengan mengucap bismillah proyek MRT dimulai’. 3 Meter dari saya spanduk semua dibuka, menolak. Belum digali saja sudah ditolak. Kalau kita nggak berani enggak akan dimulai-dimulai,” kata dia.

“Saya ingat betul ada yang bertanya, ‘Bapak sebagai gubernur nanti jamin Jakarta kalau nanti terowongan ambrol, Bapak mau tanggung jawab?’. Saya jawab saja bodoh-bodohan, ‘Itu terowongan bawah laut Inggris-Prancis saja nggak ambrol. Ada ahlinya. Subway metro semua negara ada’. Subway dihubungkan dengan banjir. Kita kreatif ya, pertanyaan yang tidak kita kira,” imbuhnya. (SUM)

KOMENTAR