Kembali Serang Pemkot Surabaya Karena Tolak Kunjungan, Ridwan Kamil: Itu Pakai Uang Rakyat

0

TERASBINTANG.com –  Wali Kota Bandung Ridwan Kamil belum bisa menerima sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang dengan seenaknya menolak kunjungan kerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang dipimpin Wakil Walikota Oded M Danial.

Pasalnya, penolakan itu terkesan sewenang-wenang karena surat yang dikrim pemkot Bandung sebelumnya sudah disetujui. Kunjungan berangkat karena surat surat kunjungan itu dijawab bahwa Pemkota Surabaya akan menerima kunjungan kerja Pemkot Bandung.

Namun, setelah sampai di sana, ternyata ada disposisi lagi bahwa Pemkota Surabaya menolak kunjungan kerja Pemkot Bandung tanpa menyertai alasan yang jelas. Atas perlakuan tidak ramah Pemkot Surabaya itu, Ridwan Kamil merasa perlu menyampaikannya ke publik karena kunjungan itu memakai uang rakyat.

“Kunjungan dinas itu pake duit rakyat yg harus dipertanggungjawabkan,” tulis Emil lewat akun @ridwankamil seperti dipantau terasbintang, Kamis (25/2/2016).

Lewat lini masa Twitter, pria yang akrab disapa Kang Emil itu kembali membeberkan kronologi kunjungan kerja tersebut.

Berikut kronologinya:

Senin, 15 Februari 2016: Surat Sekretariat Daerah Kota Bandung Nomor 090/505-Disyanjak tanggal 15 Februari 2016 Perihal Kunjunang Kerja dikirimlan via email diterima oleh sdr. Angga, pelaksana pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Kota Surabaya.

Rabu, 17 Februari 2016: Diterima informasi melalui telepon sdr. Sigit Kepala Seksi pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Kota Surabaya bahwa pada prinsipnya kunjungan kerja dapat diterima.

Kamis, 18 Februari 2016: Rombongan sebanyak 10 (sepuluh) orang dipimpin oleh Bapak Wakil Wali Kota Bandung berangkat menuju Surabaya.

Jum’at 19 Februari 2016: Perwakilan rombongan melakukan koordinasi pendahuluan kepada Pemerintah Kota Surabaya diterima oleh Kepala Bagian Umum dan Protokol.

Diperoleh informasi sebagai berikut: a. Surat permohonan kunjungan kerja telah diterima dan didisposisi oleh Wali Kota Surabaya dengan isi disposisi: UMP; b. Pejabat Pemerintah Kota Surabaya tidak dapat menindaklanjuti disposisi sebagaimana dimaksud untuk menerima rombongan kunjungan kerja

– Bapak Wakil Wali Kota melakukan komunikasi dengan anggota DPRD Kota Surabaya (tetap tidak ada putusan untuk diterima)

– Bapak Bapak Wakil Wali Kota memutuskan melakukan komparasi ke kota terdekat (Sidoarjo)

– Melalui komunikasi secara informal/telepon, Kabupaten Sidoarjo sebagai kota terdekat berkenan menerima rombongan kerja.

– Rombongan diterima oleh Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset beserta jajaran.

“Terlampir kronologis. Tdk mngkin dtg tanpa konfirmasi. logika sederhana. Smg tdk terjadi lg. Sby-Bdg itu bersaudara,” tulis Emil. (SUM)

KOMENTAR