Kerjasama Baik Antara Polri dan KPK Terkait Kasus Dugaan Korupsi Bupati Banyuasin

0
loading...

TERASBINTANG.com — Kerjasama antar lembaga penegak hukum sangat dibutuhkan untuk menangani masalah kasus korupsi. Kerjasama 2 lembaga penegak hukum dapat dirasakan secara langsung dalam pengusutan kasus dugaan korupsi Bupati nonaktif Banyuasin Yan Anton Ferdian.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, Polri dan KPK bekerja sama mengusut masalah kasus dugaan suap dengan tersangka Bupati non aktif Banyuasin, Yan Anton Ferdian, yang diduga melibatkan anggota polisi.

Penyidik gabungan Polri dan KPK melakukan pemeriksaan terhaap pihak-pihak terkait.

“Petugasnya sudah diambil keterangan oleh internal kami. Hasilnya sudah dikoordinasikan dengan KPK,” kata Boy Rafli Amar, di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/12/2016).

KPK dapat melakukan pemeriksaan secara langsung oleh penyidik KPK sendiri. Namun hasil koordinasi 2 lembaga memutuskan untuk berbagi tugas.

“Koordinasi kami dengan KPK sedang bagus sekali. Keterangan yang dibutuhkan terhadap anggota Polri selama ini dibantu karena ada join investigasi,” kata Boy.

Boy Rafli Amar memastikan institusi Polri tidak akan melindungi orang yang bersalah. Termasuk yang melibatkan oknum anggota Polri.

“Jangan khawatir, Polri tidak akan melindungi orang-orang yang bersalah. Jika memang harus dihadapkan dengan berbagai risiko hukum, itu dipertanggungjawabkan secara individu,” tegas Boy.

loading...