Keterangan Prof Muzakir Soal Ahok Terbantahkan

0

TERASBINTANG.com – Pengacara asal Malang, Jawa Timur, Fathor Rahman, mengkritik pendapat saksi ahli pidana, Prof. Muzakir, yang mengkategorikan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama tentang Surat Al Maidah 51 sebagai penodaan agama. Menurutnya, konteks pernyataan Ahok bukan pada Alqurannya, melainkan orang yang menggunakan ayat itu.

“Dalam hal ini Ahok dalam pernyataannya tersebut menonjolkan orang yang telah membohongi masyarakat dengan menggunakan surat Al Maidah. Jadi, menurut Ahok, yang bohong itu adalah orang yg menggunakan surat Al Maidah, bukan Al Maidah-nya yang bohongnya,” katanya saat dihubungi, Selasa (08/11).

Sebelumnya, Muzakir turut menjadi saksi ahli yang diajukan Front Pembela Islam (FPI), ormas Islam yang melaporkan Ahok dalam kasus dugaan penistaan ayat suci.

Menurut Muzakir, pada prinsipnya kualifikasi pidana dari kasus ini telah terpenuhi, menilik dari Pasal 156a KUHP. “Kalau saya memuat analisis itu sudah memenuhi kualifikasi penodaan agama, yang disasar adalah isi ajaran agama,” tutur Muzakir.

Berbeda dengan Muzakir, alumni fakultas hukuk Universitas Brawijaya Malang ini menilai, unsur kesengajaan untuk menghina Alqur’an, sebagimana dalam pasal 156a tersebut tidak terpenuhi.

“Maka dari itu, pernyataan ahok, jelas tidak memenuhi unsur pidana, tidak bisa dijadikan tersangka dalam kasus ini,” katanya. (za)

KOMENTAR