Kicauan Indra J Piliang, Tamparan Keras Buat Kaum Munafik Penghina Buya Syafii Maarif

0

TERASBINTANG.com – Indonesia mundur seribu langkah bila penghormatan dan penghargaan terhadap orang-orang terbaik negeri ini sudah tak lagi diperhatikan. Bila toleransi sudah hilang, digantikan oleh keangkuhan dan kepongahan dalam menyikapi perbedaan cara pendang. Lalu, ke mana akhlaq bangsa ini, bila hanya berbeda pandangan politik, lalu caci-maki, sumpah-serapah, ancam-mengancam menjadi cara halal?

Pantaslah bila Presiden Jokowi akhir-akhir ini bertanya, “Di mana akhlaq kita hari ini, di mana kesopanan dan budi luhur kita sebagai bangsa yang berbudaya?”

Hari-hari ini kita sungguh terpukul dengan ulah segelintir bangsa yang menghina tokoh besar yang sudah banyak berkarya dalam perjalanan negeri ini: Buya Ahmad Syafii Maarif. Komitmen dan sikap poliliknya tentang persamaan hak politik bangsa Indonesia, khususnya dalam menyikapi Pilgub DKI, membuat mantan Ketum PP Muhammadiyah ini digempur dengan berbagai cacian, celaan, dan cemoohan dari kaum munafiqun bersumbu pendek.

Sungguh miris dan sedih. Bahkan, sebagian bikin petisi ingin mencabut gelar “Kebuyaan” yang melekat pada tokoh sederhana ini, dan kemudian menggantikannya kepada “yang lain”, hanya karena komentarnya mengenai Basuki Tjahaja Purnama.

Bukankah berbeda dalam hal apapun adalah sesuatu yang lumrah saja? Kenapa harus disikapi sedemikian angkuhnya, sudah terlalu rusakkah hati dan nurani bangsa ini?

Kicauan aktivis dan pemerhati sosial Indra J. Piliang patut dijadikan renungan. Meski secara politik berseberangan, tetapi dia mengutuk keras sikap kaum sumbu pendek yang mengumpat, melecehkan dan mencaci-maki Buya Syafii Maarif di sosial media.

Berikut Twit-twit Indra yang berhasil kami rangkum:

“Sedih sy melihat Buya Sjafii Maarif diberlakukan spt ini. Beliau setahu sy org yg tidak gila kuasa. Ditawari macam2, beliau tak mau,”

“Keberpihakan Buya SM thd pluralisme adlh bagian dari sejarah hidupnya. Ia sejak kecil tinggal dgn ibunya, hidup bersama eteknya”.

“Sampai Buya Sjafii Maarif jd tokoh nasional, kampungnya pun blm dialiri listrik. Hampir sama dg kampung masa kecil sy, listrik ada thn 2002”.

“Buya Sjafii Maarif terlambat masuk bangku kuliah, terlambat jd Sarjana Muda, dll, krn membanting tulang sbg anak rantau. Ia mekanik jg”.

“Riwayat hidup Buya Sjafii Maarif tdk dibentuk lewat perkoncoan, percaloan, aplg perbualan politik. Ia andalkan delapan kerat tulangnya”.

“Buya Sjafii Maarif tdk menghamba kpd konglomerat manapun. Ia lbh senang hidup sbg seorg guru, seorg pendidik, seorg pecinta ilmu”.

“Apa stlh jd Ketum PP Muhammadiyah, Buya Sjafii Maarif lantas pindah jd warga DKI Jkt? Apa terompahnya sering terlihat di pintu Istana?”.

“Kesederhanaan Buya Sjafii Maarif ini mirip dg almh Ketum DPP Partai Gerindra yg rmhnyapun tiris itu. Kesederhanaan angkringan ala Yogya”.

“Apa Buya Sjafii Maarif punya rmh di area2 elite Jkt? Apa Buya punya istri simpanan? Apa Buya naik mobil2 mewah? Apa tubuhnya penuh lemak?”

“Meme2 yg dibuat u/ Buya Sjafii Maarif mnrt sy sangat tdk pantas, tdk etis, amoral! Meme2 itu spt serangan kaum thogut kpd org2 yg berprinsip”

“Sdh berapa ratus anak2 muda negeri ini yg dpt beasiswa atas tandatangan & rekomendasi Buya Sjafii Maarif? Apa ia sosok org2 loba & tamak?”

“Taburangsang jg sy dg cara2 buruk dan jauh lbh busuk dari berjenis serangan thd Buya Sjafii Maarif. Mau sj diadu domba org2 tak berakalbudi!”.

“Buya Sjafii Maarif hanya memberikan pendapatnya. Ia jg bukan tipikal saksi2 ahli yg dibayar ratusan juta di muka sidang2 sengketa pilkada!”

“Apa Buya Sjafii Maarif pernah terlihat kongkow2 di hotel2 mewah, dikawal org2 bersafari & perempuan2 berparfum menyengat hidung, bermewah2?”

“Apa Buya Sjafii Maarif pernah terbaca muncul dlm iklan2 utk bepergian ke tanah suci; dg biaya mahal, kursi eksekutif, hotel bintang lima?”

“Apa kaki Buya Sjafii Maarif terlihat jarang menyentuh tanah, dikawal dari satu forum ke forum lain, naik helikopter, dg manajemen eksekutif?”

“Apa Buya Sjafii Maarif pernah terdengar menentukan tarifnya, ketika diundang ceramah agama atau ilmu pengetahuan, di suatu tmpt?”.

“Apa Buya Sjafii Maarif dg mudah menyimpan nmr2 tlp para pejabat pusat dan daerah, lalu dg mudah jg memenuhi undangan2 yg bukan tabligh ilmu?”.

“Sjk kpn berbeda pendapat adlh bagian dari upaya membunuh karakter seseorg, menyatakan kebencian, hingga menghina seseorg di negeri ini?”

“Tirulah sikap Buya HAMKA yg sengit berdebat dg Mangaradja Onggang Parlindungan ttg Tuanku Rao. Walau keduanya perang opini, mrk satu shaf!!!”.

“Buya HAMKA & Mangaradja Onggang Parlindungan yg ‘perang’ dg nulis buku ttg Tuanku Rao itu, sering terlihat sholat ber2 di Mesjid Al Azhar!”.

“Tirulah Buya M Natsir (Masyumi) & IJ Kasimo (Partai Katolik) yg saling mengantar pulang, saling menggendong cucu, stlh debat di Konstituante”.

“Apa debat yg paling hebat pascakemerdekaan, selain soal azas negara Indonesia? Apa tokoh2nya saling menghasut stlh debat seru di mimbar?”.

“Singa2 podium yg muncul dlm sidang2 Dewan Konstituante itu apa saling menebar isu insuniatif ttg lawan2 debat yg berbeda dgnnya?”.

“Jika almarhum Buya HAMKA msh hidup, saia yakin, beliau akan sangat resah dg cara2 tdk beradab yg digerakkan u/ memusuhi Buya Sjafii Maarif”.

“Buya Sjafii Maarif tdk punya laskar, tdk punya pasukan berani mati, tdk punya pengawal bersenjata. Ia tak akan membalas cacian org2”.

“Buya Sjafii Maarif tdk akan taburangsang, reaktif, dg langsung melaporkan pihak2 yg membuat hinaan2 yg disebarkan jd viral di medsos”.

“Berkacalah di cermin, lalu lihat wajah anda sendiri, sblm dg mudah memberi sinyal ke publik betapa anda lbh baik dari Buya Sjafii Maarif”.

KOMENTAR

loading...