Kisah Sukses Emilia Takao dari Titik Nol

0
loading...

TERASBINTANG.com– Dwi Lestari Emilia Takao, S.Sn, MBA, Ph.D, sukses dalam hal pendidikan. Namun kesuksesannya itu tak diraih secara mudah,tetapi melalui perjuangan yang sangat panjang dan melelahkan.

Salah satu perjuangan yang dirasakannya cukup berat adalah di Negeri Sakura. Setelah selesai kuliah di tahun 2000, dia merasa kesulitan berkomunikasi di Jepang karena bahasa Jepang yang dikuasai bisa dibilang pas pasan.

Emilia Takao kemudian memutuskan untuk memperdalam bahasa Jepang di Sakura International Language Teaching College di daerah Yamaguchi Kyushu. Setelah itu dia pun merasa bahasa Jepangnya semakin bagus dan memudahkannya untuk bersosialisasi.

Setelah setahun, keingintahuan tentang seluruh daerah dan budaya Jepang semakin besar hingga akhirnya pada 2003 dia memutuskan untuk hijrah ke Fukuoka, dimana ia tinggal sampai saat ini. Dia juga bekerja dan melanjutkan Pendidikan S2 di Kurume Univercity di Kota Yamaguchi hingga Emilia Takao mendapatkan gelar PhD.

“Masih teringat pertama kali saya bekerja part time atau Arubaito di sebuah Izakaya atau kedai makanan di Jepang,” kenang Emilia.

Selama berada di Jepang, sejumlah pekerjaan pernah dijajalnya. Berbagai pekerjaan berat dia jalani. Dari sales kosmetik sampai bedmake di sebuah hotel wisata di Jepang. Hingga akhirnya Emilia menjadi asisten cook di restoran Italia.

Pengalaman bekerja di Jepang membuatnya tertarik untuk membuka rumah makan di Jepang. Dia membuka restoran makanan Indonesia di negeri Sakura di dekat lokasi orang- orang Indonesia.

“Ramai sambutannya. Bahkan orang Jepang juga ikut pesan,” tutur Emilia Takao.

Ternyata penduduk Jepang suka masakan Indonesia yang bercita rasa pedas. Masakan Lampung pun dia perkenalkan di Restoran Labali. Misalnya makanan khas Melinting yakni gulai balung, pengencangan, ada juga sambal tempoyak,” papar Emilia.

Dengan pertimbangan ingin memperkenalkan aneka masakan Jepang, Emilia pada 4 April 2016 membuka Restoran Senbonzakura di area Jl. M Kahfi 1 Ciganjur Jakarta Selatan. ”Dengan lahirnya kembali usaha yang saya bangun, mau tak mau saya harus bolak balik Jakarta-Jepang setiap bulannya,’’ papar Emilia.

Tak sampai disitu saja, satu bulan Restoran Senbonzakura berdiri, Emilia mendirikan lembaga pendidikan bahasa (LBH) Jepang. Dia ingin membagikan ilmu dan pengalamannya selama di Jepang untuk generasi muda yang memiliki semangat tapi belum meraih kesempatan.

Sampai saat ini tercatat sudah 200 orang diluluskan. Hingga akhirnya tujuan LBH meluas. Yakni LBH dan keterampilan kerja dengan status PT World Brother Indonesia (WBI).

”Saya dan WBI mengajak generasi muda di manapun tetap semangat mewujudkan impiannya. Karena manusia punya banyak kesempatan untuk bisa sukses tanpa memandang lahir dari kota atau bahkan pelosok desa sekalipun,” tegasnya.

loading...