Klarifikasi IHR Justru Makin Menegaskan Posisi Bachtiar Nasir Sebagai Penyokong Teroris Suriah

0
loading...

TERASBINTANG.com – Indonesian Humanitarian Relief (IHR) pun membuat klarifikasi, setelah digempur arus akal sehat publik soal bantuannya yang mengalir kepada teroris yang menguasai Aleppo Suriah, bukan kepada rakyat Suriah yang terdampar di pengungsian.

Dalam situsnya IHR menulis, “Tuduhan IHR tidak menyalurkan (bantuan) untuk warga Suriah jelas tuduhan fitnah dan tidak benar. Pihak-pihak yang melakukan propaganda ini hanya menyandarkan pada satu dua potongan berita, tanpa mau melihat berita secara utuh.”

Sayangnya, dari sekian poin klarifikasinya itu, IHR bukan menjelaskan substansi pemberitaannya. Lebih dari itu, IHR malah sibuk menuduh pemberitaan tersebut didesain oleh kelompok yang memang tidak suka dengan bachtiar Nasir dan GNPF MUI.

Padahal, sudah beredar video tentang gudang logistik milik kelompok pemberontak yang bernama Jaish al-Islam. Di dalam gudang tersebut terdapat bantuan logistik dari IHR. Seharusnya, IHR perlu memberi penjelasan mengapa bantuan miliknya bisa ada di gudang logistik milik pemberontak.

“Kalau respon pihak IHR hanya sebatas ngecap “fitnah” terhadap dugaan-dugaan itu, ya sama saja dengan mencap fitnah mereka yang meragukan 7 juta orang berkumpul di monas,” kata sebuah akun microblog seword.com, Muhammad Nurdin.

Tak hanya dianggap sebagai fitnah, mereka yang telah menulis keterlibatan IHR dengan para teroris Suriah, juga dianggap bagian dari jejaring gerakan pro Rezim Bashar al-Assad di Indonesia. Dimana, orang-orang ini (kritikus IHR) merupakan pemecah belah ukhuwah umat Islam yang sedang solid.

“Saya jadi bingung kalau saya dan yang lainnya dikategorikan sebagai pemecah belah ukhuwah. Ukhuwah siapa yang dipecah belah? Atau jujur saja, pihak IHR bilang saja kami adalah Syi’ah. Sebab, isu yang selalu dihembuskan untuk menyerang pihak-pihak yang pro dengan Assad adalah isu Syi’ah. Assad pun difitnah Syi’ah padahal ia Sunni. Dan Ustad Backtiar Nasir termasuk yang paling lantang menyoal Syi’ah,” katanya.

Sebenarnya, kata Nurdin, isu keterlibatan IHR dengan ISIS itu masih dugaan. Dan IHR tak perlu sereaktif itu dengan mencap fitnah. Tapi, reaksi yang berlebihan dari IHR justru menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Apalagi. Klarifikasi yang mereka buat semakin mengindikasikan bahwa mereka terlibat dengan para teroris itu.

Dalam situs resminya IHR menyatakan bahwa bantuan tersebut telah diberikan kepada warga Suriah. Mereka menyatakan telah bekerjasama dengan lembaga kemanusian yang kredibel di Turki, yakni Insan Hak ve Hurriyetleri Insani Yardim Vakfi atau dikenal dengan nama IHH. Lalu, dijelaskanlah sepintas tentang sepak terjang IHH sebagai organisasi kemanusian internasional yang telah diakui PBB.

IHH disebut oleh IHR sebagai rekan dalam menyuplai bantuan kemanusian ke Suriah. IHH dianggap sebagai lembaga kemanusiaan yang kredibel dan bertaraf internasional. Padahal, ada beberapa indikasi yang membuktikan bahwa IHH punya keterlibatan dengan para pemberontak Suriah.

“Tahun 2012. Saat diwawancarai The Times, seorang komandan Pasukan Pembebasan Suriah (FSA) menyebut sebuah kapal yang bersandar di Turki yang bermuatan senjata. Senjata-senjata itu terdaftar milik seorang anggota IHH Turki,” tulis Nurdin.

Nurdin juga mengutip Samar Srewel, seorang aktivis FSA yang membantu mengatur pengiriman paket senjata tersebut mengatakan kepada The Times, “Jelas apa yang sedang terjadi. Ikhwanul Muslimin yang terhubung dengan Turki, telah mengambil alih kapal juga cargonya. Inilah yang mereka lakukan. Mereka membeli pengaruh dengan uang dan senjata.”

Di Suriah, kata Nurdin, para pemberontak terhubung dengan kelompok Ikhwanul Muslimin, yang mempersenjatai mereka dengan senjata-senjata terbaik. Dan kita tahu semua, kelompok mana yang setipe bahkan metamorfosis dari Ikhwanul Muslimin di Indonesia? Sebut saja kelompok sesapian dan ikhwan secingkrangannya.

Tahun 2013, The Syria Time memberitakan lembaga IHH Turki telah merekrut ratusan warga Albania untuk dijadikan mujahidin. Mereka dilatih militer. Setelah itu, mereka dikirim ke Suriah untuk membantu FSA melawan pemerintah Assad.

Pada tanggal 3 Januari 2013, Koran Hurriyet melaporkan bahwa polisi Turki memergoki truk-truk bantuan atas nama IHH. Ternyata, di dalamnya ditemukan senjata-senjata untuk dikirim kepada para mujahidin. Beberapa hari sebelumnya, pemerintah Suriah mengirimi surat protes resmi ke PBB atas tindakan Turki ini yang mensuplai senjata kepada para pemberontak.

Bila demikian adanya, masihkah kita percaya bahwa lembaga berkedok penyalur bantuan kemanusiaan yang dibentuk kaum wahabi ini benar-benar menjalankan visi kemanusiaan? Wallahu A’lam

 

loading...