Komis III Minta Jaksa Agung Pastikan JPU Kasus Ahok Profesional dan Kebal Intervensi

0
loading...

TERASBINTANG.com – Anggota Komisi III DPR RI Muslim Ayub meminta Jaksa Agung HM Prasetyo memastikan jaksa penuntut umum (JPU) yang menangani kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bekerja profesional dan independen.

“Sekarang kasus dugaan penista agama sudah P21 (berkas lengkap) dan telah dilimpahkan ke pengadilan negeri Jakarta Utara dan pada tanggal 13 desember akan disidangkan. Penanganan kasus ini tadinya terkesan lambat tapi setelah jadi gaduh dengan begitu cepat berselang tiga hari dilimpahkan kepolisian langsung ke kejaksaan,” ujar Muslim Ayub dalam rapat kerja Komisi III DPR dengan Jaksa Agung di kompleks parlemen, Senayan jakarta, dikutip dari beritasatu.com, Selasa (6/12).

Ayub mengatakan, berkas dinyatakan P21 padahal menurut KUHAP kejaksaan memiliki batas harus untuk meneliti dan menyatakan berkas P21. Menurutnya, selama ini setiap ancaman 5 tahun tersangka kebanyakan ditahan.

“Saya berharap dalam kasus Ahok ini mudah-mudahan hakim PN Jakut segera menahan Ahok dengan ketentuan hukum yang sudah ditetapkan. Satu sisi cepatnya pelimpahan kasus ini di pengadilan ada nilai positifnya, tapi di sisi lain bisa dicurigai sebagai strategi politik agar dengan masuknya ke pengadilan dan proses dengan segera diharapkan tidak semakin pengaruhi elektabilitas Ahok sebagai cagub yang semakin menurun,” katanya.

Ia mengatakan, publik saat ini sedang menyaksikan kejaksaan apakah bisa melakukan tugas tanpa intervensi dan kekuatan politik. Sebab, Jaksa Agung saat ini adalah kader partai.

“Di mana partai Jaksa Agung menjadi pendukung utama pencalonan Ahok sebagai Cagub. Apalagi saya sama-sama sebagai petugas partai. Kalau pimpinan sudah tugaskan, partai kita tidak berdaya apa-apa. Saya yakin kejaksaan tidak akan berupaya melakukan hal begini,” katanya.

Hal itu, kata dia, penting agar umat Islam bisa tenang karena mendapat kepastian dari Jaksa Agung agar para jaksa yang bertugas bebas melaksanakan tugas tanpa ditakuti, diintervensi atau diiming-imingi oleh atasan dengan kekuatan politik tertentu.

loading...