Komisi V Minta Pelaku Transportasi Dapat Menahan Diri

0
loading...

TERASBINTANG.com – Belum lama ini sempat terjadi kericuhan antara pengemudi transportasi online dengan konvensional di sejumlah wilayah di Indonesia seperti Malang, Tangerang, Bogor dan sebagainya. Kericuhan terjadi lantaran transportasi konvensional menolak keberadaan transportasi berbasis aplikasi karena dinilai telah menurunkan pendapatan sopir konvensional.

Terkait hal itu, Wakil Ketua Komisi V DPR Lasarus mengimbau pelaku transportasi untuk dapat menahan diri agar tidak terjadi bentrok. Menurutnya, setiap permasalahan antara dua jenis transportasi itu harus diselesaikan dengan musyawarah.

“Tidak perlu cari rejeki tapi saling mematikan satu sama lain,” kata Lasarus sebelum rapat dengar pendapat (RDP) dengan Asosiasi Driver Online (ADO) di ruang Komisi V DPR, Jakarta, Rabu (29/3/2017).

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan, pengusaha transportasi punya peran penting mencari solusi atas segala persoalan yang ada saat ini. Kedua jenis transportasi itu sama-sama penting. Karenanya Lasarus mengajak untuk bersama-sama mencari solusi terbaik.

“Sehingga sopir-sopir tidak menjadi korban dari sistem yang berlaku,” katanya.

Lasarus juga berpendapat aturan yang ideal harus diciptakan agar pengusaha transportasi online dan konvensional sama-sama tidak dirugikan.

loading...