KPAI Sebut Melanggar Undang-undang Ayu Ting Ting Larang Enji Ketemu Anaknya

0
loading...

TERASBINTANG.com — Kandasnya rumah tangga artis dangdut Ayu Ting Ting dan mantan suaminya Henry Baskoro Hendarso (Enji) membuat Enji tidak dapat menemui buah hatinya dari mantan istri yang dinikahinya pada 4 Juli 2013.

Ayu Ting Ting melahirkan anak perempuan, Bilqis Khumairah Razak, pada 28 Desember 2013 lalu. Namun hingga saat ini Enji selaku ayah belum bisa menemui buah hatinya lantaran buruknya hubungan antara Ayu dan Enji sejak rumah tanggga mereka berakhir di jalur perceraian pada 2014 lalu.

Sebagai ayah, Enji sudah melakukan berbagai upaya namun tetap dilarang oleh Ayu Ting Ting. Bahkan Istri Enji yang baru, Rosmanizar alias Niza, pernah menemui Ayu Ting Ting dan meminta agar Enji dipertemukan dengan anaknya. Sebab Enji sangat rindu hingga mengunggah foto Bilqis di media sosial. Namun sayang hasilnya nihil.

Menanggapi hal tersebut Sekjend Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati menegaskan bahwa jika Ayu Ting Ting menghalang-halangi Enji bertemu anak, berarti sudah melanggar UU Perlindungan Anak.

“Tidak ada alasan apapun untuk melarang seorang ayah atau ibu untuk bertemu anaknya termasuk pengadilan sekalipun. Orang tua boleh berpisah karena cerai, namun tidak ada mantan anak”, cetus Rita kepada awak media.

Orang tua, lanjutnya, tidak dapat melarang anak untuk bertemu dengan ayah atau ibunya. Hal itu bagian dari hak anak sebagaimana terdapat dalam Pasal 7 ayat (1) dan Pasal 14 Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang UU Perlindungan Anak

“Saya menyarankan agar Ayu segera mempertemukan Enji dengan Bilqis karena hak anak untuk mengetahui orang tuanya. Jika tidak, kami (KPAI) siap membantu Enji dan mendampingi Enji untuk mempertemukan dengan anaknya. Dan kami pun akan melayangkan surat pemanggilan kepada kedua belah pihak demi yang terbaik untuk anak “, imbuhnya.

Pasal 7 ayat (1) UU Perlindungan Anak berbunyi:

“Setiap anak berhak untuk mengetahui orang tuanya, dibesarkan, dan diasuh oleh orang tuanya sendiri.”

Pasal 14 UU Perlindungan Anak:

Ayat 1 “Setiap anak berhak untuk diasuh oleh orang tuanya sendiri, kecuali jika ada alasan dan/atau aturan hukum yang sah menunjukkan bahwa pemisahan itu adalah demi kepentingan terbaik bagi anak dan merupakan pertimbangan terakhir.”
Ayat 2 “Dalam hal terjadi pemisahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Anak tetap berhak:
a.bertemu langsung dan berhubungan pribadi secara tetap dengan kedua Orang Tuanya;
b.mendapatkan pengasuhan, pemeliharaan, pendidikan dan perlindungan untuk proses
tumbuh kembang dari kedua Orang Tuanya sesuai dengan kemampuan, bakat, dan
minatnya;
c.memperoleh pembiayaan hidup dari kedua Orang Tuanya; dan
d.memperoleh Hak Anak lainnya.

loading...