Kritik Goenawan Mohamad Atas Program Kartu Jakarta Jomblo Anies-Sandi

0
loading...

TERASBINTANG.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno mewacanakan program Kartu Jakarta Jomblo (KJJ) setelah resmi dilantik menjadi pemimpin Jakarta pada Oktober mendatang.

Program tersebut akan memfasilitasi orang yang belum memiliki pasangan untuk melakukan perkenalan atau yang disebutkannya sebagai Taaruf, melalui pojok taaruf atau taaruf massal di Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA).

Menurut Sandi, KJJ bisa memberikan solusi untuk populasi yang menurun. Ia khawatir populasi di kota-kota besar menjadi berkurang karena mereka terlalu sibuk dengan kegiatannya. Sehingga terkadang lupa untuk menikah.

Budayawan terkemuka Indonesia, Goenawan Mohamad mengkritik rencana program tersebut. Kekhawatiran Sandi bahwa populasi penduduk menurun sangat tidak berdasar. Sebab berdasarkan statistik, kepadatan penduduk di Jakarta mencapai 3,7 persen per tahun.

Bahkan, kata pendiri Tempo ini, Ekonom Bank Dunia, Taimur Samad mengatakan, penduduk Jakarta akan menjadi 16 juta pada tahun 2020.

“Pak Wagub takut jumlah penduduk turun. Sebaiknya dia baca statistik. Pertumbuhan penduduk kota ini 3,7% setahun. Dlm hal kepadatan penduduk, Jakarta sudah melampaui Kairo, Rio, Tokyo, dgn atau tanpa jomblo,” kata Goenawan Mohamad melalui akun Twitter pribadinya @gm_gm sebagaimana Terasbintang.com kutip, Senin (8/5/2017).

Dia menjelaskan dalam studi-studi demografi, turunnya tingkat pertumbuhan penduduk tidak berkolerasi dengan banyaknya jomblo. Dia kemudian meminta Sandi menyusun setiap programnya dengan data yang baik.

“Administrator kota yg baik harusnya punya program yg disusun dgn data yg baik. Ngawur itu mudah dan bisa lucu. Tapi kita tak perlu itu,” tulisnya.

loading...