Kritik Wacana Pemakzulan, Said Aqil Siraj Bantai Kelompok Sakit Hati

0

TERASBINTANG.com — Segelintir elit menjadikan kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai sasaran antara. Tujuan utamanya untuk menggulingkan atau melakukan pemakzulan terhadap Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengkritik sikap segelintir elit dengan meminta mereka berhenti menggulirkan wacana pemakzulan. Karena ini termasuk tindakan makar.

Said Aqil Siradj mengatakan, Presiden tidak bisa diturunkan
tiba-tiba tanpa ada alasan yang jelas sesuai konstitusi.

“Dalam sistem presidensial tidak mengenal diturunkan di tengah jalan, kecuali kalau ada pelanggaran paling prinsip melanggar Pancasila dan UUD 1945,” kata Said di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (17/11/2016).

Said menyatakan sikap NU akan selalu mendukung Presiden dari gerakan pecah-belah dan kelompok makar. Selaku ormas Islam terbesar di Indonesia, NU akan selalu patuh dan tunduk pada konstitusi.

“NU akan selalu di belakang konstitusi. Siapa pun presidennya kalau itu memang dipilih oleh rakyat harus kita hargai dan kita hormati,” kata Said.

Siapapun presidennya wacana penggulingan selalu ada. Ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih menjadi presiden, isu pemakzulan juga kerap muncul. Isu ini biasanya dimotori oleh elit sakit hati karena lahan basah dihabisi oleh rezim baru atau elit merasa tidak diakomodasi kepentingan pribadi atau kelompoknya.

KOMENTAR

loading...